Main Menu

KPPU Denda LG International Rp 8 Miliar!

Januar
26-04-2016 19:47

Markas Pusat KPPU (GATRAnews/dok)

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPP) memutuskan untuk mendenda LG International Corp sebesar Rp 8 miliar. Keputusan tersebut diputuskan atas pemeriksaan Perkara No. 16/KPPU-M/2015 tentang Dugaan Pelanggaran Pasal 29 ayat (1) dan (2) UU No. 5 Tahun 1999 jo Pasal 6 Peraturan Pemerintah No. 57 Tahun 2010 dalam Pengambilalihan Saham PT Binsar Natorang Energi yang dilakukan oleh LG International Corp. 

Objek perkara ini adalah Keterlambatan Pemberitahuan Pengambilalihan Saham PT. Binsar Natorang Energi oleh LG International Corp. kepada KPPU sebagaimana diatur dalam Pasal 29 ayat (1) dan (2) UU No. 5 Tahun 1999 jo Pasal 6 Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2010. 

KPP menilai total aset dan nilai penjualan pengambilalihan saham PT Binsar Natorang Energi oleh LG International Corp. telah memenuhi batasan nilai yaitu aset gabungan sebesar Rp 3.826.916.343.127 dan nilai penjualan gabungan sebesar Rp. 5.315.794.952.347. 

Dengan demikian, batasan nilai pengambilalihan saham telah memenuhi batasan (threshold) nilai penjualan (omset) dan aset minimal dilakukannya penilaian sebagaimana diatur dalam Pasal 5 (2) PP No. 57/2010 yang menyatakan bahwa suatu transaksi akuisisi akan diadakan Penilaian apabila asset gabungan dari transaksi ini melebihi Rp. 2,5 triliun rupiah dan atau omset gabungan melebihi Rp 5 triliun. 

"Berdasarkan kesimpulan penyelidikan yang dilakukan oleh investigator terdapat keterlambatan pemberitahuan penggabungan, peleburan dan pengambilalihan kepada KPPU. LG International Corp terlambat melakukan pemberitahuan pengambilalihan saham PT Binsar Natorang Energi selama 20 hari kerja," kutip siaran pers KPPU, Selasa (26/4). 

Dengan demikian unsur Pasal 29 UU No. 5 Tahun 1999 yaitu  unsur pengambilalihan saham terpenuhi, kemudian unsur nilai aset dan atau nilai penjualan yang melebihi jumlah tertentu terpenuhi, lalu Unsur keterlambatan melakukan pemberitahuan kepada Komisi terpenuhi. 

"Menimbang berdasarkan fakta-fakta, penilaian, analisa dan kesimpulan tersebut maka Majelis Komisi memutuskan menghukum LG International Corp. untuk membayar denda sebesar Rp. 8.000.000.000,00 (delapan miliar rupiah) yang harus disetor ke kas negara sebagai setoran pendapatan denda di bidang persaingan usaha," kutip siaran pers tersebut. 


Reporter: Januar Rizki

Editor: Nur HIdayat

Januar
26-04-2016 19:47