Main Menu

Charoen Pokphand Dukung Kebijakan Pembatasan Impor Jagung

didi
15-06-2016 19:41

Pemerintah akan membatasi impor jagung (ANTARA/Rudi Mulya/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Perusahaan pakan ternak dan bibit ayam PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk mendukung kebijakan Kementerian Pertanian (Kementan) terkait pembatasan impor jagung. Presiden Direktur Charoen Pokphan Tjiu Thomas mengatakan, pihaknya turut berkontribusi menyerap jagung lokal sebagai bahan baku produksi Charoen Pokphand untuk pakan ternak.

Ia mengapresiasi aturan pemerintah soal pembatasan impor jagung tersebeut untuk meningkatkan swasembada pangan dalam negeri.

"Untuk jagung kami dukung program pemerintah untuk swasembada. Secara prinsip sangat mendukung apalagi kami juga punya perusahaan pembibitan jagung. Dengan ada ini maka pemakaian bibit ini akan lebih baik," kata Tjiu, di Jakarta, Rabu (15/6).

Tjiu menjelaskan, sejauh ini pihaknya tidak merasa keberatan lantaran pasokan di Bulog yang dipilih perseroan untuk suplai masih aman, sehingga dapat memenuhi kebutuhan produksi Charoen Pokphand.

"Memang terakhir ada pembatasan dari kementan, untuk sebelumnya pengusaan pakan bisa impor sendiri. Awal tahun ini kami menunjuk Bulog dan membeli jagung dari Bulog," tuturnya.

Tjiu mengatakan, membeli jagung lokal terakhir dari Bulog sekitar 3.800 hingga 3.900 ton. Besaran itu lebih dari yang dianjurkan Menteri Pertanian di angka 3.150.

"Setelah dari Bulog sekitar 600 ribu ton kami sangat instensif untuk membeli jagung lokal dan jagung lokal. Sebenernya Mentan berikan garis minimum 3.150 dengan kadar air 15%. Terakhir kita beli 3.800-3.900an. Program itu berhasil, menurut petani, baik, dan bibit jagung kita akan light di pasaran," tuturnya.

Tjiu mengungkapkan lebih jauh, meskipun ketersediaan suplai jagung mengandalkan musim, perseroan tidak perlu cemas terlambat pasokan bahan produksi. Sebab, pihaknya memiliki pabrik pengeringan jagung pribadi yang dapat membantu kelancaran produktivitas.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Tian Arief

didi
15-06-2016 19:41