Main Menu

Produk Fashion ''Made in Lokal'' Tembus Pasar Eropa

Januar
03-09-2016 13:37

Produk fashion Indonesia (ANTARA/Andreas Fitri Atmoko/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Produk fashion Indonesia dikenal memiliki kualitas yang baik di pasar internasional. Saat ini, pelaku industri dan pemerintah gencar mempromosikan potensi produk industri tekstil dan produk tekstil (TPT) ini ke tujuan utama pasar ekspor seperti negara-negara Eropa. 

“Salah satu upaya yang kami lakukan adalah memfasilitasi beberapa desainer terbaik Indonesia untuk mengikuti pameran fashion tingkat internasional seperti Collection Première Moscow (CPM),” kata Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) Kementerian Perindustrian, Achmad Sigit Dwiwahjono, Jumat (2/9) lalu di Jakarta. 

Sigit menjelaskan, program promosi tersebut merupakan inisiasi dari Kemenperin bersama Badan Ekonomi Kreatif, Garuda Indonesia Airlines, dan Kementerian Perdagangan, yang diharapkan menjadi lokomotif bagi produk industri TPT Indonesia agar dapat go international dengan lebih ekspansif. 

“Produk fashion Indonesia memiliki potensi yang luar biasa. Daya kreativitas dari generasi muda terus tumbuh. Terbukti dari karya mereka yang membanjiri pasar fashion, baik secara online maupun di bazar-bazar label indie,” katanya. 

Sehingga, dalam upaya memperluas pasar ekspor, diperlukan upaya membangun posisi strategis sehingga pihak luar dapat melihat dan mengenal keunggulan dan kekhasan dari produk industri TPT Indonesia.

“Misalnya, promosi yang masif terkait potensi dan kreativitas, termasuk keunikan ragam kain yang kita miliki serta kolaborasinya dengan dunia fashion sehingga menjadi busana ready to wear yang unik, yang kami sebut fashion craft,” katanya. 

Sigit mengharapkan, lima sampai sepuluh tahun ke depan, industri TPT Indonesia sudah siap menyambut para pembeli dari luar negeri yang hadir pada pameran internasional yang diselenggarakan di Indonesia. Sehingga target indonesia menjadi pusat industri fashion muslim dan fashion Asia pada 2020 dan 2025 dapat tercapai. 

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, pihaknya akan mendorong pembukaan pasar industri TPT nasional ke Uni Eropa karena peluangnya masih cukup besar. “Jadi, kalau pasarnya telah terbuka, kami yakin berpotensi meningkatkan pasar industri tekstil nasional hingga dua kali lipat dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan,” tuturnya. 

Saat ini, industri TPT nasional telah menyerap tenaga kerja sebanyak tiga juta orang atau menyumbang sebesar 10,6% dari total tenaga kerja industri manufaktur. Nilai investasi sektor padat karya ini mencapai Rp 8,45 triliun. Bahkan, kontribusinya cukup signifikan terhadap perolehan devisa dengan nilai ekspor mencapai USD 12,28 miliar pada tahun 2015. 

Ia menambahkan, pihaknya bersama pemangku kepentingan terkait terus menjalin sinergi dalam menetapkan kebijakan khusus dan tepat bagi industri TPT nasional. Sehingga akan memperkuat kemampuan industri yang berbasis ekspor itu untuk bersaing memenuhi permintaan pasar global. 

“Terdapat beberapa insentif yang dinilai paling berpotensi mendongkrak nilai ekspor industri TPT, antara lain yaitu pembebasan pajak pertambahan nilai bagi bahan baku industri TPT yang berorientasi ekspor dan kebijakan harga gas yang berskala keekonomian,” kata Airlangga. 


Reporter: Januar Rizki

Editor: Nur Hidayat

Januar
03-09-2016 13:37