Main Menu

Akan Digelar Konferensi dan Expo Halal Internasional Pertama di Indonesia

Hendry Roris P. Sianturi
09-09-2016 12:55

Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center, Sapta Nirwandar (Gatra/Rifki M. Irsyad/AK9)

Jakarta, GATRAnews – Untuk pertama kalinya, Indonesia akan menggelar pameran dan konferensi seputar industri halal bertaraf internasional. Ajang yang bertajuk Indonesia International Halal Lifestyle Expo & Conference (IIHLEC) akan digelar pada 6-8 Oktober 2016 di  Ciputra Artpreneur, Ciputra World Jakarta dan mengambil tema “Halal Lifestyle: Global Trends and Business Opportunities”. Penyelenggaranya adalah Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC).

 

 

Menurut Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center, Sapta Nirwandar, selain pameran dan pertunjukan berbagai produk industri halal, IHLC juga mengadakan konferensi internasional dengan menghadirkan menteri sebagai pembicara dan para pengambil kebijakan dalam stakeholder industri halal dari luar negeri.“Peneyelenggaraan pertama ini bersifat show case dan  Insya Allah pada 2017 atau 2018 akan digelar lebih besar dengan melibatkan lebih banyak pelau dan pengambil kebijakan industri halal baik skala nasional maupun internasional," jelasnya ketika dihubungi GATRAnews, (08/09).

 

Sejumlah menteri dan ketua lembaga, seperti Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto; Menteri PAriwisata, Arief Yahya;  Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah, Muliaman D. Hadad; dan Ketua MUI, KH Ma'ruf Amin masuk dalam daftar menjadi pembicara dalam sesi konferensi.

 

Sedangkan pembicara dari luar negeri di antaranya, Kim Jin Woo atau Muhammad Ibrahim (Direktur International Business Affairs di Korean Institute of Halal Industry) dan  James Noh (Halal Certification & Consultancy Center at Korean Institute of Halal Industry). Konferensi juga akan mengundang pembicara kehormatan, Prof.Dr Winai Dahlan. Cucu pendiri Muhammadiyah Ahmad Dahlan ini kini menjabat sebagai Direktur Halal Science Center dari Chulalongkorn University, Thailand dan penggagas penyelenggaraan Thailand Halal Assembly dengan reputasi internasional. “Untuk menarik peminat masyarakat mengetahui tentang potensi halal lifestyle dan manfaatnya,” tambah Sapta.

 

IHLC menilai selama ini Indonesia jauh tertinggal dari negara tetangga seperti Malaysia, Singapura bahkan Thailand (yang penduduk muslimnya sekitar 5% saja) dalam urusan pengembangan bisnis halal lifestyle. Padahal Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar memiliki peluang sebagai eksportir produk halal. “Nah, expo dan konferensi ini sebagai soft launching, untuk menggugah awareness seputar bisnis industri halal dan untuk mendukung  industri dalam negeri,”papar Sapta.

 

Sapta mengatakan tujuan kegiatan ini pertama untuk meningkatkan kesadaran umat muslim untuk memanfaatkan, makanan-makanan yang halal, perbankan syariah, pendidikan, fashion show dan media digital dalam bingkai halal lifestyle. Dan untuk mendukung halal lifestyle di sektor pariwisata. “Halal tourism, muslim travel. Jadi penting sekali untuk dunia pariwisata,” ujarnya.

 

Ketiga, halal lifestyle dapat dimanfaatkan oleh pengusaha-pengusaha non-muslim untuk ekspansi bisnis. Sapta mencontohkan, pemilik mie instan terbesar di Indonesia, adalah non-muslim. Dan agar indsutri gaya hidup halal dapat berjalan baik, dibutuhkan infrastruktur yang mendukung. Contohnya, laboratorium, sertifikasi dan lembaga akreditasi. “Ini juga harus kuat. Kalau nggak, akan jadi masalah di kemudian hari,”ujar Sapta.

 

IHLC mentargetkan 5000-10.000 pengujung hadir dalam kegiatan internasional ini. Dengan sasaran, masyarakat dapat menstimulus masyarakat lainnya. Nantinya, acara ini akan diisi dengan kegiatan fashion show, pemutaran film-film dan musik islamiah, pameran makanan halal, lembaga keuangan syariah, pendidikan islam yang maju, media rekreasi, booth halal tourism dan farmasi halal. “Kita tampilkan yang berkualitas,”lanjut Sapta.

 

Sapta menilai, IIHLEC masih kalau meriah dan besar dibandingkan Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) yang telah jadi magnet besar para pegiat industri halal seatero dunia. Juga masih belum bisa dibandingkan dengan Thailand Halal Assemby di Thailand. Namun ia berharap ke depan IIHLEC dapat mengejar ketertinggalan, mensejajarkan diri bahkan melampaui perayaan industri halal oleh negara tetangga sesama ASEAN bahkan dunia.“Sangat besar potensi yang bisa kita pamerkan dan jual,” katanya.**

 


 

 

Reporter   : Hendry Roris P. Sianturi

Editor       : Bambang Sulistiyo

Hendry Roris P. Sianturi
09-09-2016 12:55