Main Menu

Menteri Luhut: Indonesia akan Tingkatkan Sektor Energi Terbarukan  

Hayati Nupus
20-09-2016 16:22

Menteri Energi Sumber Daya Mineral Luhut Binsar Pandjaitan (GATRA/Agriana Ali/HR02)

Jakarta, GATRAnews – Pelaksana tugas (Plt) Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Luhut Binsar Panjaitan mengatakan Indonesia berkomitmen untuk mengurangi penggunaan energi fosil dan mengalihkannya ke energi terbarukan.

 

 

“Pemerintah telah mengambil tindakan berani dengan mengurangi subsidi bahan bakar dan mengalokasikan dananya pada program yang lebih produktif seperti infrastruktur,” katanya dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Energi Terbarukan dan Konservasi Energi Indonesia ke-5 di Jakarta, Selasa (20/9).

 

Suplai energi fosil, kata Luhut, akan terus berkurang. Upaya ini akan mendorong Indonesia untuk lebih focus pada penggunaan energi terbarukan, sambil melakukan efisiensi energi. Pada KTT Perubahan Iklim PBB tahun lalu, Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 26 persen di tahun 2020.

 

Selain itu, pemerintah menargetkan pengurangan intensitas energi sebesar 1 persen per tahun. Demi mewujudkan target ini, pemerintah membutuhkan partisipasi dan komitmen kuat dari semua pemangku kepentingan.

 

“Juga, kerja sama antar negara sangatlah diperlukan. Khususnya dalam pengembangan energi terbarukan, termasuk pengelolaan sampah menjadi sumber energi,” kata Luhut.

 

Pemerintah, lanjut Luhut, telah menerapkan kebijakan untuk mendorong berkembangnya energi terbarukan dan untuk mencapai target konservasi energi. Misalnya meningkatkan penggunaan campuran biodiesel pada pembangkit listrik, menyediakan feed-in tariff untuk energi terbarukan skala kecil memberikan subsidi listrik energi terbarukan yang dibeli PLN, menyediakan instrument fiscal termasuk insentif pajak demi meningkatkan proyek energi terbarukan, dan paket ekonomi untuk meningkatkan kemudahan berbisnis di Indonesia.

 

“Kami juga mendukung penelitian bagi pengembangan energi yang cocok di sektor energi terbarukan di Indonesia, demi mengurangi ketergantungan pada impor,” katanya.


Reporter: Hayati Nupus

Editor: Dani Hamdani  

 

Hayati Nupus
20-09-2016 16:22