Main Menu

PTPP Raih Kontrak Rp 21 Trilyun

didi
03-10-2016 10:44

Ilustrasi (GATRAnews/Abdurachman/AR7)

Jakarta, GATRAnews - PT PP (Persero) Tbk (PTPP) meraih kontrak baru Rp21 trilyun, per minggu ketiga September 2016. Dengan begitu raihan kontrak baru itu menambah total order book PTPP menjadi Rp60 trilyun. Menurut Direktur Utama PTPP Tumiyana, total order book Rp60 trilyun, terdiri dari perolehan kontrak baru sebesar Rp21 trilyun dan carry over 2015 Rp39 trilyun.

"Sampai dengan akhir tahun 2016, kami tetap optimistis dapat kembali lampaui target kontrak baru yang sudah ditetapkan oleh manajemen sebesar Rp31 trilyun. Sampai dengan pekan ketiga September 2016, kontrak baru kami telah mencapai 68% dari total target perolehan kontrak baru yang ditetapkan sepanjang tahun ini," ungkap Tumiyana, dalam siaran pers, di Jakarta, Senin (3/10).

Tumiyana memproyeksikan dapat meraih kontrak baru sampai dengan akhir September 2016 sebesar Rp23,51 trilyun atau setara 75,81% dari total kontrak baru di tahun ini.

Pencapaian kontrak baru sebesar Rp21 trilyun, terdiri dari kontrak baru induk sebesar Rp17,90 trilyun dan anak usah sebesar Rp3,13 trilyun.

Adapun kontrak baru yang disumbang oleh anak usaha PTPL sampai dengan akhir Agustus 2016, antara lain PT PP Properti Tbk (PPRO) sebesar Rp1,21 trilyun, PT PP Pracetak Rp1,57 trilyun dan PT PP Peralatan Rp350 milyar.

Sementara itu, beberapa proyek yang berhasil diraih PTPP sampai dengan pekan ketiga September antara lain 2 (dua) ruas jalan tol senilai masing-masing Rp3 trilyun dan Rp2,7 trilyun, PLMTG Lombok Peaker 130-150 MW Rp1,42 trilyun, MNP Paket B&C Reklamasi Rp891 miliar, Mobile Power Plant 500 MW Rp739 milyar yang berada di 8 (delapan) lokasi, pembangunan Gedung BNI Tower Rp714 milyar, Tunjungan Boulevard Rp655 milyar, Bedungan Sukoharjo Lampung Rp555 milyar.

Kemudian, Apartemen Pertamina RU di Balikpapan  Rp497 milyar, Apartemen Cilacap Rp384 milyar, Hotel Avani di Bali Rp368 milyar, ?Setiabudi Residence di Medan Rp281 milyar, Lotte Ville di Tangerang Rp256 milyar, peningkatan Air Bersih Angkasa Pura II di Tangerang Rp251 milyar, Transmart di Depok Rp247 milyar, Sahid Hotel di Timika Rp248 milyar, Pembangunan Tanggul Pantai Fase A NCICD Provisi Jakarta Rp216 miliar, Rusunami Grand Setraland Karawang Rp215 milyar, RS Otoritas Batam Rp204 milyar.

"ASDP Bakauheni 7 Rp201 milyar, Bank Indonesia di Jayapura Rp188 milyar, Transmart di Bintaro Rp189 milyar, Gedung Terminal & Parkir Radin Inten di Lampung Rp169 milyar, LNG Regas Gorontalo Rp160 milyar, Transmart di Rungkut Rp144 milyar, Transmart di Gorontalo Rp161 milyar dan sebagainya," jelas Tumiyana.


Raih Penghargaan Internasional

Dengan hasil kinerja bisnis yang baik, salah satunya membangun Mega Proyek Container Terminal 1 di Kalibaru Jakarta, PTPP meraih kepercayaan pihak asing. Kepercayaan tersebut terbukti dari penghargaan luar negeri pertama yang didapatkan perseroan yaitu Best Civil Engineering Project Award for an Outstanding and Remarkable Contribution to the Advancement of Civil Engineering and Development in Asia yang dianugerahi oleh Asian Civil Engineering Coordinating Council (ACECC).?? Perseroan juga meraih Asean Green Awards dan ASIAN Power Awards 2016?.

Container Terminal 1 tercatat merupakan pelabuhan dengan nilai kontrak tertinggi di Indonesia dan merupakan pelabuhan dengan sistem deck on pile terbesar di Asia. Mega proyek ini dibangun di atas lahan seluas 392 hektar dengan total luas dermaga sebesar 12 hektar dan breakwater 5,7 kilometer (km).

Penghargaan bertaraf internasional yang telah berhasil diraih, ini membuktikan bahwa perseroan tidak hanya dapat diandalkan di dalam negeri saja, tapi tumbuh dan berkembang menjadi perusahaan dengan taraf ASEAN Class Company di sektor konstruksi dan investasi.

"Penghargaan internasional yang diterima oleh PTPP tersebut merupakan cerminan kepercayaan para investor domestik dan internasional terhadap kinerja PTPP, kami sangat berterima kasih kepada para klien Perseroan baik Pemerintah, BUMN maupun swasta yang selama ini memberikan kepercayaan terhadap PTPP," pungkas Tumiyana.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Tian Arief

didi
03-10-2016 10:44