Main Menu

Benny Subianto, Komisaris Adaro, Meninggal Dunia

Rosyid
04-01-2017 13:52

Jakarta, GATRANews - Benny Subianto, salah satu pendiri PT Astra Agro Lestari yang juga pemilik saham PT Adaro Energy meninggal dunia jam 7.02 pagi di RS Medistra.  Jenazah disemayamkan di kediamannya di Jl Taman Patria III no. 9 Jakarta sebelum dimakamkan di San Diego Hills, Rabu (4/12) sore ini.


Pengusaha yang masuk dalam urutan 33 dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia versi Forbes ini terkenal sebagai pekerja keras.

"Alasan saya menjadi pengusaha simpel, Saya ingin tetap ngantor bahkan sampai umur 71 tahun," canda Benny Subianto, pengusaha besar dan salah seorang pendiri Astra International dalam sesi wawancara dengan Forbes Asia, Desember 2013.

Benny bergabung dengan Astra International tahun 1969  setelah lulus dari Institut Teknologi Bandung (ITB) bergabung dengan teman kuliahnya Theodore Rachmat membangun Astra International bersama pendiri Astra International William Soeryadjaya.

Dia memulai karirnya sebagai salesman peralatan berat. Tahun 1972 diangkat menjadi direktur United Tractor. Karirnya cepat menanjak dan dipercaya menjadi presiden direktur United Tractor (1984). Dia juga dipercaya menjadi presiden direktur Astra Agro. Dia menakhodai kedua perusahaan itu selama 26 tahun. Saat krisis Asia menerjang Indonesia, William Soeryadjaya perlu uang untuk membayar hutang. Dia meimjamkan uangnya dan sebagai gantinya dia mendapat 5 persen saham Astra Agro. Dia tetap bersama Astra sampai 2002 dengan jabatan terakhir komisaris.

Bintangnya semakin bersinar paska krisis Asia  1997 - 1998. Tahun 2005 bersama Edwin Soeryadjaya (anak William Soeryadjaya) berhasil membeli 49 persen saham perusahaan tambang batubara Adaro dengan nilai USD 46 juta. Benny juga 'bermain' di bisnis minyak sawit dan karet lewat Triputra Group yang didirikan  bersama Thedore Rahmat tahun 2002.

Berkat kekuatan jaringan dan reputasinya yang bai, dia dipercaya banyak pihak dan berhasil membangun kekuatan bisnis. Dalam membangun bisnis baru dia tidak semata-mata mengejar profit. kadang-kadang dia menyebut proyek baru semata-mata "bantu teman'.

Selain pekerja keras dan selalu belajar, karakter lain yang dikenang orang dekatnya adalah sifatnya yang selalu berkepala dingin. Teman-temannya tidak pernah melihatnya marah.

 

Nama Benny Subianto, alumni Tehnik Mesin tahun 1960 itu hingga terpampang menjadi salah satu Gedung Laboratorium Tehnik di kampus Institut Teknologi Bandung. Benny dikenal senior yang sangat baik dan tidak pernah lupa pada kampus tempatnya menimba ilmu. Tak heran kepergian Benny Subianto menyebar duka dan simpati di berbagai group alumni ITB.

Selamat jalan Pak Benny.


Editor: Rosyid

Rosyid
04-01-2017 13:52