Main Menu

BPOM Apresiasi Komitmen Dexa Medica Kembangkan Fitofarmaka

Rosyid
08-03-2017 17:29

Jakarta, GATRANews - Indonesia memiliki 30.000 jenis tanaman obat yang bisa dikembangkan menjadi bahan baku obat. Saat ini Indonesia masih mengimpor 90 persen bahan baku obat yang kebanyakan dari China dan India. 

Untuk menjadi bahan baku obat, harus melalu proses panjang bertahun-tahun dengan biaya tidak sedikit.  Hasil akhirnya disebut fitofarmaka. Fitofarmaka adalah obat dari bahan baku alami yang telah melalui prosedur pengembangan obat dengan standar internasional dan lolos uji klinis pada manusia.  Ironisnya, meskipun memiliki ribuan jenis tanaman obat, Indonesia hanya punya 8 fitofarmaka. 

Salah satu perusahaan farmasi yang fokus mengembangkan tanaman obat menjadi bahan baku obat adalah PT Dexa Medica. Pada 2007 perusahaan mendirikan Dexa Laboratories Biomolecular Sciences di Cikarang. Inilah laboratorium pertama dan satu-satunya di Indonesia yang didedikasikan untuk pengembangan tanaman obat menjadi bahan baku obat.  Dari laboratorium ini lahir 4 fitofarmaka atau separuh dari total fitofarmaka di Indonesia.

"Kami berkomitmen untuk untuk menemukan obat-obat baru  dengan menginvestasikan sebagian profit kami, sekaligus membantu pemerintah untuk mengurangi impor bahan baku obat," terang Direktur Dexa Laboratories Biomolecular Sciences, Raymond Tjandrawinata kepada media di Jakarta, Rabu (8/3).

Obat-obatan hasil pengembangan Dexa Medica selain untuk domestik juga di ekspor ke negara-negara Asean, Amerika Serikat dan kini sedang bersiap-siap masuk Eropa. 

"Indonesia harus berani melakukan riset herbal, kalau tidak kita kalah. Banyak orang luar yang mencari sumber bahan baku obat herbal di Indonesia," terang peraih Habibie Award ini. "Apalagi untuk mandiri dalam bahan baku obat kimia, Indonesia tidak didukung industri kimia yang kuat," tambahnya.

Atas komitmen untuk mengembangkan bahan baku obat herbal, pekan lalu, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) memberi penghargaan BPOM'S Award untuk Dexa Laboratories Biomolecular Sciences (DLBS) sebagai pelaku usaha yang mendukung pengembangan bahan baku ekstrak dan produk Fitofarmaka. Sebelumnya, laboratorium ini juga mendapat Penghargaan Karya Anak Bangsa  dari Kementrian Kesehatan. 

"Dexa Medica terus melakukan upaya riset Herbal Asli Indonesia yang menghasilkan bioactive fraction, penelitian yang menghasilkan banyak sediaan Fitofarmaka, dan produksi bahan baku ekstrak untuk pasar dalam negeri dan ekspor,” tegas Raymond. Saat ini DLBS sedang mengembangkan tiga fitofarmaka baru, salahsatunya adalah obat maag dari ekstraksi kulit kayu manis.


Editor: Rosyid

Rosyid
08-03-2017 17:29