Main Menu

Transaksi JIFFINA 2017 Lampaui Target

Rosyid
16-03-2017 22:01


Yogyakarta,GATRAnews - Panitia pelaksana Jogja Internasional Furniture International Furniture & Craft Fair Indonesia (JIFFINA) 2017 mengklaim target transaksi selama empat hari pameran terpenuhi. Ke depan, peluang menghadirkan produk bukan dari kayu jati terbuka sangat lebar.
       

Pencapaian nilai transaksi ini disampaikan langsung oleh Ketua JIFFINA Area Jawa-Bali Timbul Rahardjo di sela-sela penutupan pameran di Jogja Expo Center, Kamis (16/3).
       
“Hingga penutupan ini, laporan yang kami terima dari semua peserta pameran, nilai transaksi yang masuk sudah menembus angka 93,3 juta US Dollar. Angka ini melampaui target yang sudah ditetapkan saat awal pameran sebesar 90 juta US Dollar,” jelas Timbul. Nilai transaksi ini dipastikan akan bertambah karena pembelian di pabrik langsung oleh konsumen belum dilaporkan.
       
Terlampauinya target transaksi menurut Timbul karena hadirnya pembeli baru dari dua negara Asia yaitu India dan Korea Selatan. Sebelumnya pembeli hanya dari kawasan Amerika, Eropa, dan Australia.

Mengenai jumlah pembeli dari luar negeri, hingga pameran usai tercatat 492 pembeli yang berasal dari 48 negara. Berbeda dengan pameran setahun sebelumnya, dalam pameran kali ini pembeli memiliki minat yang besar pada produk-produk yang menggunakan bahan daur ulang.

“Salah satunya produk kayu jati bekas bekas yang dipoles tipis saat finishing-nya sehingga tekstur urat kayu tetap tampak. Demikian juga dengan produk dari bahan bekas lainnya,” lanjutnya.

Melihat tingginya minta pembeli terhadap produk dari bahan limbah, Timbul memastikan pada pameran ke depan dominasi produk daur ulang ini akan mendapatkan porsi yang besar. Terlebih lagi, di DI Yogyakarta dan Jawa Tengah jumlah perajin yang menghasilkan produk dari bahan limbah mencapai 7.000 perajin.

“Pada dasarnya pengunaan daur ulang limbah ini adalah mengandalkan kreativitas dan perajin Yogyakarta dikenal dengan kreativitasnya
dalam menciptkan produk baru,” pungkas Timbul yang juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan (HIMKI) DI
Yogyakarta.

Ketua Panitia JIFFINA 2017 Endro Wardoyo menyebutkan dari 260 peserta yang ikut tahun ini, sebanyak 3,7 persen berasal dari pemerintah daerah, 11,3% dari pemerintah pusat, dan sisanya 85% adalah peserta  mandiri.

“Ke depan, melihat peluang yang begitu besar, JIFFINA bisa merangkul semua perajin tingkat nasional bahkan internasional. Kami akan berusaha menjadikan JIFFINA ini sebagai terminal atau ruang pertemuan bagi pembeli dan penjual untuk bertransaksi langsung,” ujarnya.




Reporter: Arif Koes Hernawan
Editor: Rosyid

Rosyid
16-03-2017 22:01