Main Menu

Perusahaan Bahan Sepatu Korea Selatan Siap Invest Rp. 330 M di Karawang 

Dani Hamdani
24-08-2017 13:41

Dubes Umar Hadi bersama pemilik Dong-Jin Textile di Busan, Korea Selatan, Rabu 23 Agustus 2017. (Dok KBRI Seoul)

Seoul, GATRAnews - Kunjungan Duta Besar Umar Hadi ke kota Busan, Korea Selatan, hari Rabu (23/8/17), membawa kabar gembira. Dubes di Seoul itu membawa komitmen Presiden dan pemilik Dong-Jin Textile Co., LTD, Choi Woo-Chui, untuk membangun pabrik bahan sepatu di Karawang, Jawa Barat.

 

Kepada Dubes Umar Hadi, Choi Woo-Chui menyatakan akan membangun pabrik dengan investasi sekitar Rp 330 milyar mulai tahun depan, 2018, di kawasan industri di Karawang.

 

Lewat PT Dong-Jin Textile Indonesia, perusahaan PMA 100% asal Korea Selatan, akan mulai produksi tekstil bahan sepatu 'sneakers' di Karawang, Jawa Barat, mulai awal tahun 2019.

 

Perusahaan papan atas bahan sepatu itu bakal mempekerjakan 500-an orang karyawan.

 

Choi Woo-Chui serius membahas rencana tersebut bersama Dubes Umar Hadi di kantonya di kota Busan, Korea Selatan. Keduanya bersama tim membahas cara-cara pengembagan usaha Dong-jin Textie di Indonesia.

 

Dubes Umar Hadi menyampaikan concern terhadap investasi dari Korea Selatan yang tidak hanya menyerap banyak tenaga kerja juga sebagai substitusi impor yang sekaligus menambah komoditas ekspor. 

 

"KBRI Seoul akan membantu menghubungkan perusahaan dengan lembaga-lembaga pendidikan seperti SMK dan Sekolah Tinggi Tekstil di Indonesia agar bisa mulai merekrut tenaga-tenaga terampil," kata Umar Hadi dalam keterangan tertulis yang diterima GATRAnews, Kamis (24/8/17). 

 

Pimpinan Dong-Jin menjelaskan bahwa pabriknya di Karawang akan menjadi fasilitas produksi ke-4 di luar Korea Selatan. Sebelumnya, 3 pabrik sudah dibangun dan berproduksi di Vietnam.

 

Produk Dong-Jin adalah tekstil sintetis bahan sepatu 'sneakers' yang sebagian besar menjadi pasokan bagi merek terkenal seperti Nike dan Adidas. Tekstil produksinya dikenal berkualitas tinggi, ringan, dan nyaman di kaki (breathable). Teknologi tinggi diterapkan baik dalam desain produk maupun proses produksinya.

 

Pabrik di Karawang akan menerapkan standar teknologi yang sama dengan di Korea Selatan, termasuk dalam soal pengolahan limbah. 

 

Pada kesempatan kunjungan ke pabrik Dong-Jin itu, Dubes Umar diperkenalkan kepada 8 orang TKI yang bekerja di sana. Imam, 27 tahun, asal Ngawi, yang sudah bekerja hampir 2 tahun, mengatakan bahwa meskipun kerjanya berat, dia merasa senang karena gaji cukup besar, dapat kamar asrama di lokasi pabrik dan dapat makan tiga kali sehari. "Kami tidak ada keluhan apa pun Pak," kata Imam kepada Dubes Umar.

 

Dubes Umar Hadi berpesan agar Imam dan kawan-kawan menjaga kesehatan dan disiplin dalam hal keselamatan kerja. "Setelah bekerja di sini sesuai kontraknya, adik-adik harus bisa pulang ke kampung halaman dengan badan sehat, pengalaman kerja, dan tabungan banyak, sehingga bisa buka usaha sendiri nantinya," ujar Dubes Umar. 

 

Saat ini, terdapat sekitar 2000-an perusahaan Korea Selatan beroperasi di Indonesia. Pada saat yang sama, 36 ribu pendulang devisa Indonesia bekerja di berbagai perusahaan di negeri ginseng. 


Editor: Dani Hamdani 

Dani Hamdani
24-08-2017 13:41