Main Menu

Waralaba ReFIT Club Tawarkan Rp 1,9 Miliar!

Nur Hidayat
11-09-2017 23:38

CEO ReFIT Indonesia Irawan Amanko (kiri), Chief of Marketing Officer Mela Gunawan dan Chief of Technical Officer Agus Miftahudin (GATRAnews/dok)

Artikel Terkait

Jakarta, GATRAnews - PT Mitra Bugar Bersama atau FeFIT Indonesia, perusahaan yang mengelola ReFIT Club, menawarkan waralaba ReFIT Club kepada investor. ReFIT Club yang mengusung konsep affordable gym ini adalah pusat kebugaran yang harga keanggotaanya kompetitif serta dilengkapi aneka macam fasilitas dan instruktur berstandar nasional hingga internasional.

ReFIT Indonesia menawarkan skema kemitraan waralaba ReFIT Club kepada investor di pameran Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) ke-15 yang digelar pada 8-10 September 2017.

Chief Executive Officer ReFIT Indonesia, Irawan Amanko, menjabarkan pihaknya telah membuka tiga cabang ReFIT Club, yaitu dua berlokasi di Jakarta dan sisanya di Semarang, Jawa Tengah. “Mengacu ke Rencana Induk Pengembangan Bisnis ReFIT Indonesia, kami pada 2020 berencana membuka 20 cabang ReFIT Club di kawasan Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua,” ujar Irawan ketika memaparkan prospek bisnis pusat kebugaran “Reimagine The Fitness Industry”, di sela-sela pameran FLEI ke-15 di Jakarta Convention Center, Jakarta, dalam siaran pers yang diterima GATRAnews, Senen (11/9). 

Irawan menjabarkan pewaralaba (franchisee) menggelontorkan investasi senilai Rp 1,9 miliar untuk membuka cabang ReFIT Club. Rincian investasi itu terdiri dari royalty fee selama empat tahun sebesar Rp 400 juta, peralatan fitness Rp 1 miliar dan biaya pengembangan lokasi serta infrastruktur pendukungnya senilai Rp 550 juta. Investor yang mengambil franchisee ReFIT Club di acara FLEI ini akan diberikan tambahan satu treadmill yang harganya berkisar Rp 100 juta.

Irawan yakin pihaknya bisa menggaet investor, minimal tiga pewaralaba, selama pagelaran FLEI di tahun ini. “Kami sangat optimistis bisa menggaet pewaralaba sebanyak-banyaknya karena industri kebugaran sangat prospektif yang ditunjang bonus demografi penduduk dan semakin meleknya gaya hidup sehat di masa mendatang,” tandas Irawan.

Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memproyeksikan bonus demografi pada tahun 2020-2030. Pada kurun waktu itu, jumlah angkatan kerja yang berusia 15-64 tahun sebanyak 70% dari jumlah total penduduk Indonesia. Sisanya, yakni 30% adalah penduduk erusia tidak produktif yaitu usia 14 tahun ke bawah dan di atas 65 tahun.

Berbicara gaya hidup sehat, Irawan menyebutkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah giat menggalakkan gaya hidup sehat. ReFIT Indonesia pun bertekad memperluas ekspansi bisnisnya di kota-kota lapis kedua (second tier) guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang menginginkan pusat kebugaran yang berkualitas internasional dengan harga keanggotaan yang kompetitif. Manajemen ReFIT Indonesia menyediakan fasilitas bernilai tambah dan instruktur berpengalaman yang bersertifikasi internasional. 


Editor: Nur Hidayat

Nur Hidayat
11-09-2017 23:38