Main Menu

Ekonom: Bank Harus Lakukan Transformasi Layanan

didi
10-10-2017 15:48

Ilustrasi (gatrafoto/AK9)

Jakarta, gatracom - Layanan keuangan berbasis teknologi (financial technology/ fintech) saat ini berkembang dengan pesat sejalan dengan kemajuan teknologi. Nilai transaksi di fintech telah mencapai US$ 18,64 milyar (menurut data Riset Statista) di tahun 2016. Melihat fakta ini, tentu perbankan perlu waswas, dan harus berbenah. Karena bukan tidak mungkin, ke depan peran fintech lebih mendominasi dibandingkan perbankan untuk hal pendanaan.

Ekonom, yang juga Rektor Universitas Katholik Atmajaya, A. Prasetyantoko mengatakan, mau tidak mau dan suka atau tidak suka perbankan saat ini sudah harus melakukan transformasi dari sisi layanan. Hal tersebut dikarenakan perkembangan teknologi sudah sangat cepat berubah. "Fintech sudah tidak bisa lagi ditolak, suka tidak suka perkembangan teknologi sudah sangat cepat," kata Prasetyantoko di Jakarta, Selasa (10/10).

Ia sendiri mencontohkan salah satu aksi perbankan yang bergerak cepat melakukan transformasi layanan, salah satunya Bank BTPN lewat produk Jenius. Produk tersebut dinilainya salah satu bentuk tranformasi layanan bank yang bisa di contoh. Karena dengan produk itu, nasabah tidak perlu datang ke bank untuk membuka tabungan.

"Dalam riset kami, orang ingin nabung banyak, namun bank tidak bisa menjangkau semua. Namun kita liat produk jenius berhasil masuk ke masyarakat bawah," jelasnya.

Sementara itu CEO Investree, Adrian Gunadi menuturkan, sebelum bank melakukan transformasi layanan berbasis digital, perlu menguatkan infrastruktur IT.Dan hal tersebut diakuinya sudah banyak dilakukan oleh banyak bank saat ini. Langkah itu dilakukan agar tidak tertinggal dengan para kompetitornya. "Beberapa bank sudah menerapkan, bisnis model teknologi. Karena memang spiritnya sama," kata Adrian.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Nur Hidayat

didi
10-10-2017 15:48