Main Menu

Belanja Iklan Kuartal III Rp 107,7 trilyun

Birny Birdieni
23-11-2017 01:41

Ilustrasi.

  

 

Dari komposisi itu, sebanyak 80% belanja iklan tersebut masuk ke kantong iklan televisi. Sedangkan pada surat kabar jumlahnya mencapai 19%. Adapun media majalah hanya mendapat porsi 1% saja.

 

Namun menurut Executive Director Media Business Nielsen Indonesia, Hellen Katherina meski belanja iklan naik, tapi secara jumlah spotnya malah menurun 1%. "Kecenderungan spot menurun ini bahkan sejak 2013 lalu," katanya saat memaparkan hasil risetnya di kantor Nielsen, Jakarta, Rabu (22/11).

 

Bila tahun 2013 spot iklan turun 3%. Pada 2014 penurunannya lebih drastis hingga 10%. Sedangkan dua tahun berikutnya menyusut hanya 1% saja. 

 

"Secara rupiah iklan tumbuh dari tahun ke tahun, tapi spot iklan banyak penempatan flat," ungkapnya. Hal ini dipicu oleh karena kenaikan rate card iklan dimana pada televisi besarannya mencapai 6%. Sedangkan untuk iklan media  cetak rata-rata sebesar 2%.

 

“Perlu diingat bahwa nilai belanja iklan TV yang kami laporkan selama ini hanya memperhitungkan iklan-iklan tayang di jeda iklan," kata Hellen. Sementara itu, ada bentuk iklan TV lain yang masih belum dimasukkan dalam pelaporan, yakni iklan dalam program. "Jadi masih ada aktivitas iklan di TV yang belum terkuantifikasi nilainya,” ia menambahkan. 

 

Selama periode Januari-September, semua sektor Fast Moving Consumer Goods (FMCG) atau barang konsumsi cepat habis meraih pertumbuhan positif. Sedangkan sektor non-FMCG, seperti Telekomunikasi dan Properti mengalami pertumbuhan cukup tinggi dimana masing-masing 35% dan 65%.

 

Secara kategori, Pemerintahan dan Organisasi Politik masih menjadi pengiklan terbesar dengan nilai belanja iklan Rp 5,4 trilyun. Posisi kedua, produk Perawatan Rambut dengan total belanja iklan tumbuh 16% menjadi Rp 5 trilyun. 

 

Kemudian pengiklan terbesar ketiga adalah Peralatan dan Jasa Telekomunikasi. Dimana total belanja iklannya sebesar Rp 4,7 trilyun. Dalam hal ini, pertumbuhannya mencapai 33% dibandingkan dengan Januari-September tahun 2016. 

 

Kategori Layanan Online berada di peringkat ke lima setelah Produk Perawatan Wajah dengan nilai belanja iklan mencapai Rp 3,9 trilyun. Dimana pertumbuhan belanja iklannya paling besar, yakni bertumbuh hingga 49% dibandingkan tahun 2016.

 

Sebagai informasi, hasil riset belanja iklan Nielsen Indonesia ini diambil dari data Ad Intel yang memonitor aktivitas periklanan Indonesia. 

 

Monitoring iklan ini mencakup pada 15 stasiun TV nasional, 99 surat kabar dan 123 majalah dan tabloid. 

 

Dimana Angka belanja iklan didasarkan pada gross rate card. Tanpa menghitung diskon serta bonus dan promo. 

 


 

Editor : Birny Birdieni

  

Birny Birdieni
23-11-2017 01:41