Main Menu

Kementerian PUPR: Registrasi Alat Berat Datangkan Banyak Manfaat

Aulia Putri Pandamsari
06-01-2018 16:18

Ilustrasi Alat Berat. (Dok. GATRA/FT02)

Jakarta, Gatra.com. Pembangunan infrastruktur yang masif dilakukan, tentunya juga harus didukung dengan kesediaan rantai pasok sumber daya konstruksi yang mencukupi. Rantai pasok yang dimaksud mencakup usaha jasa konstruksi, bahan bangunan, peralatan konstruksi, teknologi konstruksi, dan tenaga kerja konstruksi.

Estimasi Kementerian Pupera akan kebutuhan material di tahun 2018 sebanyak 921.58 ribu ton aspal minyak, semen 3,90 juta ton, baja 1,57 juta ton, serta alat berat 8.890 unit, dan beton pracetak 4.73 juta ton.

Menteri PUPR, Basuki Haldimuljono mengatakan penggunaan material, alat berat, serta sumber daya manusia diutamakan dari dalam negeri. Hal ini, menurut Basuki merupakan komitmen pemerintah untuk memaksimalkan SDA dalam negeri. “Contohnya, Kementerian PUPR telah bekerja sama dengan PT. PAL untuk memproduksi bentang tengah Jembatan Holtekamp dan memesan alat berat dari PT. Pindad.” ujar Basuki dalam rilisnya, Sabtu (6/1).

Perbaikan sistem rantai pasok konstruksi juga dilakukan Kementerian PUPR, salah satunya dengan memberlakukan registrasi alat berat seperti bulldozer, grader, dump truck, hingga excavator. Sistem registrasi ini diyakini dapat mempermudah dan memberikan manfaat pada kontraktor maupun supplier.

Bagi perusahaan konstruksi yang mengikuti pelelangan akan dietahui kepemilikan alat beratnya dan lokasi alat tersebut berada. Selama ini pengguna jasa hanya mengetahuinya dari dokumen yang disampaikan kepada kelompok kerja pengadaan barang dan jasa.

Selain itu, informasi ketersediaan alat berat dan kebutuhan di tiap provinsi juga dapat terlihat, sehingga menjadi informasi awal bagi pengusaha alat berat yang ingin memasarkan alat beratnya di daerah yang masih minus alat-alat tersebut. Informasi kapan dan jangka waktu penggunaan alat berat juga dapat diketahui . Termasuk besaran tariff sewa dan siapa pemilik alat berat tersebut.

“Saat ini proses registrasi sudah dimulai, dan melalui registrasi ini akan terekam data jenis tiap alat berat yang bisa diketahui secara real time.” terang Syarif Burhanuddin, Dirjen Bina Konstruksi PUPR.


Reporter: APP
Editor: Nur Hidayat

Aulia Putri Pandamsari
06-01-2018 16:18