Main Menu

Saat Data Pajak Pertamina dan DJP Terintegrasi

Umaya Khusniah
22-02-2018 13:50

Peresmian Integrasi Data Perpajakan antara PT Pertamina dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indarwati dan Menteri BUMN Rini M. Soemarno, di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Rabu 21/2. (Dok. Pertamina/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Kini Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dapat melihat data perpajakan BUMN PT Pertamina Persero secara real time. Hal ini karena data perpajakan milik Pertamina sudah terintegrasi dengan DJP. Integrasi data pajak dengan BUMN lainnya akan segera menyusul.

 

Peresmian integrasi data perpajakan dilakukan langsung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUN Rini M. Soemarno di Aula Mezzanine Gedung Djuanda I Kemenkeu Rabu (21/2) lalu. Dalam sambutannya menteri Rini menyebut rencana integrasi data perpajakan antara DJP dengan BUMN sebenarnya sudah muncul sejak 2016.

"Saya berharap dengan integrasi data perpajakan ini, pembayaran pajak kami benar dan tepat waktu," katanya.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Sri Mulyani mengatakan setidaknya ada sekitar 3,7 juta faktur milik Pertamina tiap tahunnya. Menurutnya, jika dikerjakan secara manual, tidak hanya membutuhkan waktu dan orang yang banyak, tapi juga kemungkinan tingkat kesalahan juga sangat besar.

"Kerjasama untuk integrasi data perpajakan ini, pasti sangat membantu bagi kedua belah pihak," ujarnya Sri Mulyani.

Rini menargetkan ada 30 BUMN yang akan melakukan integrasi data perpajakan. Setelah dimulai oleh Pertamina, BUMN besar lainnya seperti PLN, Telkom, PGN, Mandiri, BRI, BNI dan BTN dikabarkan akan segera mengikuti jejak Pertamina. 30 BUMN ini kata Rini merepresentasikan 90% pendapatan dari seluruh BUMN.

Rini berharap, langkah yang ditempuh Pertamina ini dapat diikiuti oleh perusahaan swasta juga.

"BUMN harus bisa menjadi contoh untuk korporasi yang lain bahwa bisa bayar pajak tepat waktu dan benar," katanya.

Dirjen Pajak Robert Pakpahan menambahkan, metode yang diterapkan dalam integrasi data ini yakni host to host antara Pertamina dan DJP. "Khusus yang terkait PPn, semua penjualan, semua pembelian yang dilakukan Pertamina otomatis terekam secara digital dan disampaikan ke DJP," ujarnya.

Setelah pihak BUMN, ternyata ada pihak swasta juga sudah ada yang menjajaki integrasi data perpajakan ini. "Astra Internasional dan Telkomsel sudah mendatangi Pertamina dan menghubungi pihak DJP," pungkasnya. 


Reporter : Umaya Khusniah

Editor : Sandika Prihatnala

 

 

Umaya Khusniah
22-02-2018 13:50