Main Menu

MAKI Desak Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Korupsi Dana Pensiun Pertamina Rp 599,4 Milyar

Rohmat Haryadi
22-03-2018 17:36

Jakarta, Gatra.com - Perkumpulan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI),  hari ini mengirim surat kepada Jaksa Agung untuk menyampaikan permintaan penetapan tersangka baru atas perkara dugaan Korupsi Kegiatan Penempatan Investasi Pengelolaan Dana Pensiun (DP) Pertamina, sebesar Rp 599,4 milyar. Penyidik Pidsus Kejagung RI  sebelumnya telah menetapkan Bety Halim sebagai tersangka  Kegiatan Penempatan Investasi Pengelolaan Dana Pensiun Pertamina Tahun 2013-2015 itu.


Dalam kasus ini, pengadiloan Tipikor telah menyidangkan Muhamad Helmi Kamal Lubis yang divonis penjara 5 tahun  6 bulan, dan uang pengganti Rp 46 milyar. Dan telah melakukan penyerahan tahap II  atas tersangka  Edward S Soeryadjaya. "Kami mendesah agar Kejagung menahan Bety Halim yang telah ditetapkan sebagai tersangka," kata Boyamin Saiman, Koordinator MAKI.

Mengacu hasil audit BPK, dan fakta hukum persidangan terdakwa Helmi Kaml Lubis, maka MAKI mendesak untuk ditetapkan tersangka baru. "Mereka diduga pihak terkait yang semestinya dimintai pertanggungjawaban hukum sesuai perannya," kata Boyamin. Maka, jika telah ditemukan minimal dua alat bukti, Kejagung jangan ragu untuk menetapkan sebagai tersangka baru,

Mereka adalah:

1. HBY, sebagai Direktur Administrasi dan Kepensiunan DP Pertamina yang pada Desember 2014 bertindak sebagai Pjs. Presdir DP Pertamina diduga melakukan penandatanganan Perjanjian Penjualan dan Pembelian Kembali Saham SUGI antara DP Pertamina dengan PT. BIC dan PT. MDS;

2. APA, sebagai Direktur Utama PT MDS diduga melakukan penandatanganan Perjanjian Penjualan dan Pembelian Kembalian Saham SUGI antara DP Pertamina selaku pihak pertama dengan PT BIC selaku pihak kedua dan PT MDS selaku perantara pedagang efek;

3.IL, sebagai Direktur Utama PT BIC diduga melakukan penandatanganan Perjanjian Penjualan dan Pembelian Kembali Saham antara DP Pertamina selaku pihak pertama dengan PT BIC selaku pihak kedua dan PT MDS selaku perantara pedagang efek;

4. LW, sebagai Direktur PT Sucorinvest Inti Investama[PT SII] bersama dengan Sdri.RDI diduga memberikan fasilitas pembiayaan kepada Sdr. HKL dengan menandatangani Perjanjian Fasilitas Pembiayaan Transaksi Efek yang dananya berasal dari PT SSI;

5. RDI, sebagai Direktur Utama PT SCG bersama dengan Sdri.LW diduga melakukan penandatanganan Perjanjian Fasilitas Pembiayaan Transaksi Efek untuk Sdr.HKL yang dilaksanakan melalui  Perantara Pedagang Efek PT SCG.


Editor: Rohmat Haryadi

Rohmat Haryadi
22-03-2018 17:36