Main Menu

Rugi Terus, Garuda Diminta Revisi Rute

Mukhlison Sri Widodo
13-04-2018 08:47

Pesawat milik maskapai Garuda Indonesia di Apron Bandara Soekarno-Hatta. (GATRA/Erry Sudiyanto/FT02)

Yogyakarta, Gatra.com - Meski terus merugi, keberadaan maskapai penerbangan Garuda Indonesia harus tetap dipertahankan karena menjadi wajah negara. 

 

Direksi Garuda Indonesia diminta merevisi rutenya untuk mengurangi kerugian pada Mei ini.

Hal ini disampaikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno di depan mahasiswa Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada, pada Kamis (12/4).

Sebagai satu-satunya maskapai milik negara, Garuda Indonesia menjadi salah satu penghubung Indonesia dengan dunia. 

Kerugian yang selama ini dialami Garuda karena penerapan model bisnisnya tidak tepat.

“Dari evaluasi yang kami lakukan, kami melihat beberapa rute penerbangan ke luar negeri yang tidak memberikan hasil masih dipertahankan. Padahal ini salah satu penyebab kerugian,” kata Menteri Rini.

Sebagai contoh, jalur penerbangan ke London setiap tahun mengakibatkan kerugian hingga US$ 29 juta. 

Rini mengaku tidak mengetahui alasan Direksi Garuda mempertahankan rute ini. "Buat apa ke sana jika buntung terus," ujar Rini.

Memang penerbangan ke Eropa maupun Amerika adalah jalur utama yang harus dilayani. Namun jangan sampai rute yang disediakan malah merugikan perusahaan.

Maskapi penerbangan nasional kita berbeda dengan Qatar, Emirates, maupun Qantas yang mendapat subsidi dari negara. Garuda Indonesia adalah perusahaan milik negara yang sama sekali tidak disubsidi,” katanya.

Karena itu, Rini meminta Direksi Garuda Indonesia pada awal Mei 2018  menentukan rute mana saja yang dinilai memberi keuntungan. I

ni termasuk penerbangan tambahan bagi jemaat umroh yang selama ini banyak jumlahnya dan tidak terlayani secara maksimal.

“Kami ingin Garuda Indonesia mengubah rutenya berdasarkan asas ekonomi yang berkelanjutan. Kami akan kawal terus mana saja rute-rute yang akan memberikan keuntungan,” ujarnya.


Reporter Arif Koes
Editor : Mukhlison 

Mukhlison Sri Widodo
13-04-2018 08:47