Main Menu

Pengusaha Lokal Harus Berperan di Bandara Baru Jogja

Mukhlison Sri Widodo
23-04-2018 16:51

Pembangunan bandara New Yogyakarta Airport International (NYIA) di Kulonprogo (GATRA/Arif Koes Hernawan/yus4)

Yogyakarta, Gatra.com - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Daerah Istiimewa (DI) Yogyakarta meminta kalangan pengusaha lokal mengambil peran  saat beroperasinya bandara New Yogyakarta Airport International (NYIA) di Kulonprogo. 

 

Terlebih lagi peluang itu ditunjang dengan rencana Pemkab Kulonprogo membangun kota baru.

Ketua HIPMI DI Yogyakarta Tedy Gani Karim menyatakan para pengusaha lokal harus berpartisipasi menyambut bandara baru karena pembangunan inti bandara telah dilaksanakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Banyak peluang yang bisa dimanfaatkan para pengusaha lokal terutama peluang-peluang investasi pada kota penyangga ekonomi di sekitar bandara,” kata Tedy dalam rilisnya, Senin (23/4).

Menurut dia, bandara baru ini bukan hanya membuka peluang sektor perumahan, namun juga bisnis penyediaan tempat-tempat usaha baru seperti kompleks perkantoran, toko atau kios atau kompleks pergudangan. 

Sebab para pebisnis yang ingin mendapatkan akses lebih dekat ke bandara.

Selain itu, pernyataan Bupati Kulonprogo kepada HIPMI yang akan membangun kota baru sebagai pusat pemerintahan seiring beroperasinya bandara NYIA juga menjadi peluang yang sangat bisa dimanfaatkan.

"Pengembangan kota baru akan memacu  sektor properti dan jasa tumbuh pesat di kawasan kota baru itu. Ini belum lagi sektor pariwisata yang masih belum tergarap optimal,” lanjutnya.

Karena itu, HIPMI  mulai sekarang berkonsentrasi menyiapkan pengusaha lokal untuk dapat mengambil peran. 

Siap atau tidak, kehadiran bandara NYIA akan menumbuhkan peluang usaha yang tidak sedikit.

Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam  Setda DI Yogyakarta, Sugeng Purwanto menyatakan iklim investasi semakin membaik dari tahun ke tahun. 

“Awal tahun ini nilai investasi DI Yogyakarta mencapai Rp1,5 triliun dan tahun depan, 2019, diperkirakan tembus Rp17 triliun seiring dengan berdirinya bandara baru,” jelasnya.

Pemda DI Yogyakarta berharap tingginya investasi ini harus diimbangi dengan kehadiran pengusaha lokal, bukan diserahkan ke pemain luar.

"Tahun ini kami telah menerima pengajuan izin belasan investor hotel di kawasan sekitar bandara untuk menampung wisatawan. Sebagian besar telah menyelesaikan pembebasan lahan yang rata-rata seluas satu hektar, tergantung tipe hotel yang akan didirikan," ungkapnya.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
23-04-2018 16:51