Main Menu

Indonesia Kendaraan Terminal Targetkan Kelola Lahan 89,5 Hektare di 2022

didi
28-05-2018 15:07

Deretan mobil baru yang terparkir di PT Indonesia Kendaraan Terminal (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Anak usaha Pelindo II, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IKT) menargetkan bisa mengelola lahan seluas 89,5 hektare (ha) di tahun 2022. Saat ini IKT mengelola lahan seluas 31 ha.


Direktur Utama IKT, Chiefy Adi Kusmargono mengatakan, dengan luasan 89,5 ha kapasitas terminal perusahaan akan menjadi 2,1 juta unit kendaraan per tahun. “Saat ini dengan luas 31 hektare kapasitas kami 700 ribu unit kendaraan per tahun,” ujarnya di Jakarta, Senin (28/5).

Untuk mencapai target itu, lanjut Chiefy, perusahaan bakal mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 500 milyar per tahun. “Capex tahun ini 50% kami alokasikan dari dana hasil IPO,” jelasnya.

Dalam Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO), perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 561.101.600 saham atau sebesar 30% dari Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Perseroan.

IKT yang dikenal juga sebagai IPC Car Terminal menunjuk dua Penjamin Pelaksana Emisi Efek (Joint Lead Underwriters/JLU), yaitu PT Bahana Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas. Sedangkan RHB bertindak sebagai Agen Penjual Internasional (International Selling Agent).

Sesuai rencana, penawaran awal (bookbuilding) berlangsung pada 24 Mei 2018 hingga 22 Juni 2018. Penetapan harga IPO diharapkan pada 25 Juni 2018, sedangkan pencatatan perdana saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 10 Juli 2018.

IKT yang merupakan anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II atau Indonesia Port Corporation (IPC) akan mengalokasikan 50% dana hasil IPO untuk belanja modal (capital expenditure/capex), 25% untuk perpanjangan sewa lahan, dan sisanya untuk modal kerja.

IKT adalah perusahaan yang mengelola terminal secara khusus diusahakan secara komersial untuk memberikan jasa pelayanan terminal kendaraan. Adapun pelayanan jasanya meliputi Stevedoring, Cargodoring, Receiving, dan Delivery. Selain itu juga melayani pelayanan jasa lainnya, seperti Vehicle Processing Center (VPC) dan Equipment Processing Center (EPC).


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Arief Prasetyo

didi
28-05-2018 15:07