Main Menu

Summarecon Kejar Target Pra Penjualan Rp4 Trilyun

didi
07-06-2018 19:03

Summarecon Bekasi (summarecon.com/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Pengembang properti, PT Summarecon Agung Tbk berharap, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo segera merealisasikan pelonggaran kebijakan loan to value (uang muka/LTV).

Harapannya, kebijakan ini  bisa menopang target pra-penjualan pemasaran perseroan di 2018 sebesar Rp4 trilyun.

"Saat Pak Perry Warjiyo resmi menjadi Gubernur BI yang pro pertumbuhan, beliau langsung akan melonggarkan kebijakan LTV. Pasar langsung merespons positif," ujar Direktur Utama Summarecon, Adrianto P. Adhi usai RUPST perseroan di Jakarta, Kamis (7/6).

Adrianto berharap BI segera merealisasikan pelonggaran kebijakan LTV yang secara umum akan mendorong pertumbuhan sektor properti. "Kami sangat berharap sekali pada kebijakan BI ini, karena pelonggaran LTV bisa mendorong penjualan-penjualan kami," tuturnya.

Dia menyebutkan, pada tahun ini perseroan menargetkan nilai pra penjualan pemasaran (marketing sales) mencapai Rp4 trilyun atau lebih besar dari perolehan di 2017 yang sebesar Rp3,6 trilyun.

“Segmen produk rumah berkontribusi 46%, ruko 25%, apartemen 14 persen, kavling 12% dan tiga persen produk lainnya," ujar Adrianto.

Adrianto mengatakan, berdasarkan survei BI, pertumbuhan penjualan properti residensial di 2017 berada pada rentang 2,6-4,2%. "Sementaara itu, rata-rata pertumbuhan penjualan dalam tiga tahun terakhir sebesar 9,2%," jelasnya.

Corporate Secretary Summarecon, Jemmy Kusnadi mengatakan bahwa hingga akhir Mei 2018 total perolehan marketing sales sebesar Rp1 trilyun atau 25% dari target tahun ini.

"Kami masih memiliki waktu enam bulan untuk bisa memenuhi target yang diyakini bisa tercapai itu," imbuhnya.

Dia menjelaskan, guna dapat merealisasikan target 2018 sebesar Rp4 trilyun, perseroan memiliki tiga strategi utama terkait penjualan di tahun ini.

"Pertama, produk-produk yang dipasarkan untuk kelas menengah lebih terjangkau, bisa sebesar Rp 25 milyar," kata Jemmy.

Selain itu, lanjut dia, perseroan juga akan memudahkan skema pembayaran dan pembelian produk. "Lokasi baru Summarecon di Makassar, Sulawesi Selatan diyakini akan mendukung target penjualan kami. Nanti akan dipasarkan pada kuartal ketiga," ucapnya.

Jemmy mengaku, pada kuartal I-2018 pasar properti belum mendukung penjualan produk-produk SMRA, namun pada dua bulan terakhir sudah menunjukkan perbaikan. "Kami berharap pada kuartal ketiga dan keempat tahun ini pasar kembali membaik," ujar Jemmy.

Sementara itu, menurut Direktur Summarecon, Lidya Tjio mengatakan, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Summarecon menyetuji pembagian dividen tunai Rp5 per saham.

"Dividen yang kami berikan sekitar Rp72 milyar dengan tanggal cum date 28 Juli 2018," kata Lidya.


Reporter : Didi Kurniawan
Editor : Mukhlison

didi
07-06-2018 19:03