Main Menu

NFC Indonesia Siap Melantai di BEI

didi
09-06-2018 09:31

Layar digital IDX. (REUTERS/Nyimas Laula/RT)

Jakarta, Gatra.com - PT NFC Indonesia siap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEl) dengan menawarkan maksimal 166.667.500 saham baru, atau setara dengan 25% dari modal disetor.

“Harga penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) berkisar antara Rp 1.500 -Rp 2.000 per saham” kata Presiden Direktur NFC Indonesia Abraham Theofilus di Jakarta, Jumat (8/6).

Dengan begitu, anak usaha dari perusahaan digital PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) berpotensi meraup dana segar sekitar Rp 150-Rp 300 milyar. Theofilus mengatakan dana IPO, sekitar 60% untuk modal kerja, 30% untuk investasi digital termasuk perkembangan teknologi informasi (TI), dan 10% untuk investasi pengembangan sumber daya manusia (SDM).

“NFC menempatkan IPO sebagai strategi awal untuk mempercepat perkembangan usaha perseroan menjadi digital exchange hub terbesar di Indonesia," kata dia.

Adapun PT Kresna Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, dan PT Sinarmas Sekuritas ditunjuk perseroan sebagai penjamin pelaksana emisi saham.

Sebagai digital exchange hub, NFC memanfaatkan revolusi Application Programming Interface (API) yang memungkinkan perseroan menghubungkan dan mengoperasikan big data dari beragam lini usaha.

"Melalui model usaha ini, NFC dapat memberikan pengalaman yang terkurasi bagi setiap konsumennya," kata dia.

Saat ini, NFC mengoperasikan dua lini usaha yakni bursa digital (digital exchange) dan media & hiburan.

NFC memperkenalkan NFCXC, marketplace pulsa real-time untuk usaha bursa digitalnya, sedangkan untuk usaha media dan hiburan.

NFC melalui anak usahanya PT Oona Media Indonesia, memperkenalkan OONA TV, aplikasi hiburan TV dan video gratis. Ke depannya, NFC berencana untuk merambah ke bursa digital lainnya.

Dengan keberadaan Indonesia pada peringkat ke-4 di dunia negara dengan jumlah perusahaan rintisan (start up) terbanyak (1.705 perusahaan), NFC memiliki urgensi untuk membedakan diri dari perusahaan start up lainnya.

"Penggunaan API yang revolusioner yang dirancang khusus untuk NFC merupakan salah satu strategi kami untuk menjadi berbeda di industri ini. Dengan NFCXC dan OONA TV, kami mempertegas profil NFC dalam industri digital lndonesia," jelasnya.

MelaIui NFCXC, perseroan menghadirkan solusi realtime untuk mengatasi masalah distribusi pulsa di pasar tradisional.

Saat ini, distribusi pulsa seringkali mengalami ketimbangan antara ketersediaan pasokan dengan jumlah permintaan di pasar, dikarenakan mekanisme distribusi yang bersifat mingguan dan berbasis wilayah. Melalui NFCXC, likuiditas pulsa di pasar akan terjamin.


Reporter : Didi Kurniawan
Editor : Mukhlison

didi
09-06-2018 09:31