Main Menu

Signify menyerahkan Rp2 miliar untuk program ”Kembali ke Sekolah” UNICEF Indonesia

Nur Hidayat
09-06-2018 12:39

Penyerahan sumbangan Signify kepada program pendidikan anak Unicef Indonesia (GATRA/Signify)

Jakarta, Gatra.comPhilip Indonesia, yang kini mengubah namanya menjadi Signify, sejak 16 Mei 2018 mengumumkan telah menyerahkan Rp2.030.876.000 kepada UNICEF Indonesia untuk program "Kembali ke Sekolah". Upaya pendanaan ini diperoleh melalui kampanye “Terangi Masa Depan” yang diselenggarakan Signify sejak Oktober 2017 hingga Maret 2018. Selama periode tersebut, Signify menyisihkan Rp2.000 dari setiap penjualan paket khusus bohlam Philips LED 'Beli 3 Gratis 1' berlogo UNICEF.

 

Pada saat acara penyerahan simbolis bertempat di kantor Signify di Jakarta, Rami Hajjar, Country Leader dari operasi/bisnis Signify di Indonesia berkata, “Di Signify, kami bekerja untuk meningkatkan kehidupan masyarakat di sekitar kami melalui inovasi dan kontribusi sosial kami kepada masyarakat. Merupakan suatu kehormatan bagi kami untuk bisa bekerja sama dengan UNICEF dan mendukung program mereka," katanya dalam siaran pers, (9/6).

Setidaknya 5.000 anak-anak yang dijangkau melalui kampanye ini tinggal di berbagai daerah yang tersebar di tanah air. Mulai dari Brebes (Jawa Tengah), Mamuju (Sulawesi Barat) serta Bone dan Takalar (Sulawesi Selatan). Signify juga membantu hampir 1.000 anak di Bondowoso (Jawa Timur) melalui program Perkuatan Sekolah Satu Atap (SATAP) UNICEF. SATAP yang menggabungkan pendidikan dasar dan pendidikan menengah pertama dalam satu kompleks/lokasi merupakan salah satu pendekatan alternatif yang digiatkan untuk membantu anak-anak tetap bersekolah dan menyelesaikan pendidikan dasar mereka.

“Sangatlah mengagumkan mendapatkan dukungan yang begitu luar biasa dan konsisten untuk program ‘Kembali ke Sekolah’ kami dari perusahaan seperti Signify,” ujar Gunilla Olsson, Country Representative UNICEF Indonesia, yang turut hadir di acara penyerahan total kontribusi. “Donasi ini membantu kami dalam memperkuat banyak aspek dari program tersebut, termasuk mengumpulkan data anak putus sekolah, mentoring, pelatihan, dan mengembangkan strategi-strategi lokal, semuanya untuk pendidikan yang lebih baik bagi setiap anak.”

 

Jutaan anak Indonesia tidak sekolah

Berdasarkan analisis UNICEF terhadap data Survei Sosial Ekonomi Nasional 2016 (Susenas), ada lebih dari 5,1 juta anak Indonesia yang seharusnya bersekolah tetapi tidak mengikutinya. Lebih dari 70% mereka menempati kelompok usia sekolah menengah atas (16-18 tahun) sementara sisanya terbagi ke dalam kelompok anak-anak usia sekolah dasar dan usia sekolah menengah pertama (13-15 tahun). Hal ini berdampak pada timbulnya masalah yang lebih besar lagi, di mana 23% dari remaja (15-19 tahun) di Indonesia tidak memiliki bentuk pendidikan, pelatihan atau pekerjaan apa pun.

Signify mendorong konsumen untuk membantu menyediakan akses pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak ini sembari juga menikmati manfaat dari generasi baru bohlam Philips LED. Bohlam Philips LED menghadirkan pencahayaan berkualitas yang nyaman di mata.

Ini berarti konsumen menikmati lampu LED berkualitas tinggi yang tidak berkedip, tidak silau dan memberikan sebaran cahaya yang merata. Keunggulan ini membuat mata lebih nyaman dan rileks dibandingkan lampu LED berkualitas rendah. “Sebagai pemimpin dunia di bidang pencahayaan, kami percaya pada potensi cahaya yang luar biasa bagi kehidupan yang lebih cerah dan dunia yang lebih baik, dan kemitraan kami dengan UNICEF adalah salah satu dari banyak cara untuk membuka potensi tersebut,” kata Rami. 


Editor: Nur Hidayat

Nur Hidayat
09-06-2018 12:39