Main Menu

Mulai 1 Juli, Harga Tiket Kereta Api Sesuai Tujuan

Mukhlison Sri Widodo
25-06-2018 07:02

Ilustrasi Perjalanan Kereta Api. (GATRA/Arif Koes/FT02)

Yogyakarta, Gatra.com - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Edi Sukmoro optimistis pemberlakuan tarif parsial tiket kereta api sesuai stasiun tujuan akan meningkatkan penumpang.

 

Berlaku mulai 1 Juli 2018, aturan tarif parsial tinggal menunggu regulasi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) soal alokasi dana Kewajiban Pelayanan Publik (public service obligation/PSO).

Edi menyatakan pemberlakukan tarif parsial sesuai permintaan pemerintah agar lebih banyak masyarakat yang menggunakan angkutan massal.

“Kami optimistis tidak terjadi penurunan jumlah penumpang. Sebab setiap penumpang yang turun sesuai tujuan akan digantikan oleh penumpang yang naik di stasiun yang sama,” kata Edi saat ditemui usai meresmikan ‘Loko Cafe’ di Stasiun Tugu, Kota Yogyakarta, Minggu (24/6).

Namun sebelum tarif parsial berlaku secara resmi, Edi menyatakan PT KAI menunggu regulasi PSO dari Kemenhub. 

Dana PSO diberikan pemerintah sebagai subsidi kepada penumpang kereta api melalui harga tiket yang lebih murah. Tahun ini pemerintah memberikan dana PSO senilai Rp 2,3 trilyun kepada PT KAI.

Mulai 1 Juli tarif parsial berlaku menggantikan tarif flat. Besaran tarif parsial ditentukan berdasarkan  jarak stasiun keberangkan dengan stasiun tujuan.

“Ada 17 kereta api memberlakukan tiket parsial. Contohnya KA Serayu jurusan Jakarta-Tasikmalaya. Jika sebelumnya dipatok Rp67 ribu, maka per 1 Juli menjadi Rp63 ribu karena jaraknya kurang dari 332 kilometer,” lanjut Edi.

Mengenai arus mudik dan arus balik Lebaran, Edi mengatakan jumlah tahun ini PT KAI  melayani 5,3 juta penumpang atau naik sekitar 300 ribu daripada Lebaran tahun lalu.

Untuk Yogyakarta, data dari lima stasiun tujuan utama ada 297.147 penumpang. Angka ini naik daripada tahun lalu yakni 275.494 orang. 

Adapun jumlah penumpang  yang berangkat dari stasiun-stasiun di DI Yogyakarta naik dari 642.316 menjadi 677.975 orang.

Stasiun Tugu sebagai sebagai stasiun terbesar di Yogyakarta pun terus menggaet penumpang dengan meningkatkan layanan. 

Antara lain dengan pembukaan Loko Cafe di sisi timur stasiun yang berbatasan langsung dengan Jalan Malioboro. 

Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti berharap keberadaan kafe 24 jam ini menjadi tujuan wisata baru namun tetap menjadikan kawasan Malioboro tertib dan bersih.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
25-06-2018 07:02