Main Menu

Analis: Kenaikan Harga Jual Indocement Dinilai Salah Momentum

didi
27-06-2018 18:56

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.(Dok. ANTARAnews/re1)

Jakarta, Gatra.com - Rencana PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk untuk meningkatkan harga jual pasca Lebaran tahun ini dinilai salah momentum.

 

Pasalnya tanpa adanya kenaikan harga jual pun, industri semen Tanah Air sejauh ini sudah dipusingkan dengan adanya kelebihan pasokan, yang secara natural tentu justru akan menekan harga jual.

“Saya melihat timingnya tidak pas untuk menaikkan harga jual. Dengan pasokan yang berlimpah, harga justru akan tertekan. Mana mau konsumen beli dengan harga lebih mahal, meski hanya satu sampai dua persen, sedangkan produk di pasar berlimpah,” ujar pengamat pasar modal dari Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, Selasa (26/6) lalu.

Sebagaimana diketahui, seiring dengan kelebihan pasokan yang terjadi, Indocement justru berencana untuk menaikkan harga jualnya demi dapat mendongkrak marjin yang didapat.

Rencananya, kenaikan harga yang bakal diterapkan berkisar antara satu sampai dua persen dan bakal mulai diujicoba setelah momen Lebaran 2018.

“Di sepanjang triwulan I/2018 biaya produksi kami telah mengalami kenaikan 11% dibanding periode sama tahun lalu, sementara harga jual justru melemah lebih dari 7%. Karena itu setelah Lebaran ini kami akan coba tes pasar untuk kenaikan harga untuk memperbaiki marjin,” ujar Direktur Utama Indocement, Christian Kartawijaya.

Terkait alasan yang dikemukakan Christian, Reza pun menyampaikan bantahannya.

Dalam kondisi pasar yang tertekan akibat kelebihan pasokan seperti saat ini, menurut Reza yang perlu dilakukan bukanlah menaikkan harga jual melainkan mendongkrak penjualan dengan cara memperbanyak jaringan penjualan di level pengecer.

Jika hal itu bisa dilakukan, kata Reza, maka dengan sendirinya marjin perusahaan bakal bisa terdongkrak dengan sendirinya.

“Kalau memang penjualan secara bulk sedang jelek karena proyek-proyek infrastruktur atau properti juga sedang lesu, ya penjualan ecerannya dong yang digalakkan. Di level eceran kan ketika orang mau bangun atau renovasi rumah, nggak ada istilah hold dulu. Mereka akan tetap belanja. Makanya di level pengecernya ini yang perlu diperbanyak, bukannya dengan menaikkan harga jual,” papar Reza.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor : Mukhlison 

didi
27-06-2018 18:56