Main Menu

Grand Kartech Fokus Garap Bisnis Infrastruktur Pertambangan

didi
28-06-2018 19:35

Logo Grand Kartech. (Ist/FT02)

Jakarta, Gatra.com - PT Grand Kartech Tbk menyatakan akan kembali fokus untuk menggarap bisnis infrastruktur pertambangannya.

 

Hal tersebut didasari oleh meningkatnya harga batubara, yang diperkirakan masih akan terus berkembang di tahun ini.

“Kami melihat infrastruktur pertambangan menjadi bisnis yang menjanjikan, sehingga kami mulai masuk ke kontrak maintenance service dan industry mining,” ujar Direktur Utama Grand Kartech, Kenneth Sutardja, di Jakarta, Kamis (28/6).

Menurutnya, industri ini bukan bisnis baru bagi perseroan. Pasalnya sektor tersebut telah menjadi kontributor terbesar bagi pendapatan perseroan selama 2016.

“Dengan dicetuskannya kebijakan hilirisasi industri tambang yang mewajibkan perusahaan tambang untuk membangun fasilitas pemurnian dan pengolahan hasil tambang (smelter) di Indonesia, mendorong melonjaknya kebutuhan industri tambang akan steam boiler,” jelasnya.

Direktur Keuangan PT Grand Kartech Tbk, Johannes Budi mengungkapkan bila perluasan pasar tersebut tidak akan mengurangi pasar bisnis perseroan yang sudah berjalan, yakni maintenance service.

“Strategi ini dilakukan untuk menggenjot kelesuan pasar pada tahun 2017 yang berdampak pada penurunan penjualan dari Rp 312 milyar menjadi Rp 263 milyar,” jelasnya.

Namun begitu, Johannes menyebutkan bila secara komposisi penjualan dua lini bisnis perseroan di sektor customize dan sektor energy serta sektor minyak & gas, tetap menyumbang komposisi tertinggi seperti tahun lalu.

Sementara itu, bisnis infrastruktur pertambangan yang akan kembali difokuskan perseroan telah mulai dilakukan pada awal tahun 2017 lalu. Adapun, carry over kontrak yang dibukukan mencapai sebesar Rp 150 milyar.

“Tahun ini kita ada tender Rp 120 milyar lagi,” ujarnya.

Alhasil, perseroan pun optimis pendapatan tahun ini akan bisa mencapai Rp 400 milyar meningkat 52,09% dibandingkan penjualan tahun lalu yang sebesar Rp 263 milyar.

“Kami optimis pendapatan bisa capai Rp 400 milyar tahun ini, dengan margin 7-8%,” pungkasnya.


Reporter : Didi Kurniawan
Editor : Mukhlison

didi
28-06-2018 19:35