Main Menu

Cegah Monopoli, Status Blacklist Bull Dicabut Pertamina dan BPK

Abdul Rozak
06-07-2018 19:04

Ilustrasi.(Dok. PT. Buana Lintas Lautan/re1)

Jakarta, Gatra.com - Daftar hitam yang disematkan kepada PT Buana Lintas Lautan Tbk (Bull) dicabut Pertamina. Hal itu sesuai dengan rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk memulihkan status perusahaan jasa perkapalan dan logistik tersebut.

Pengamat kebijakan pemerintah Anton Nugrahanto mengatakan, Pertamina dan BPK sudah tepat menyelesaikan masalah yang membelit Bull. Pertamina serta BPK tetap menjaga persaingan usaha sehat dan bertindak transparan.

"BPK dan Pertamina melaksanakan tugas dengan tegas serta profesionalisme yang tinggi mengambil tindakan yang tepat dan wajar," kata Anton di Jakarta, Jumat (6/7).

Masuknya Bull dalam daftar hitam, sambung Anton, sangat disayangkan. Pasalnya akan menimbulkan kerawanan monopoli dalam bidang jasa perkapalan dan logistik dan bisa merugikan Pertamina sendiri.

Selain itu, perusahaan jasa perkapalan dengan standar keamanan yang tinggi masih sedikit. Selama ini, Bull memenuhi tuntutan perusahaan minyak dan gas luar negeri dan mampu bersaing di luar negeri.

"Usaha perkapalan adalah segmen usaha yang sangat padat modal dan memerlukan ketrampilan sendiri. Perusahaan dalam negeri yang dapat menggeluti usaha ini masih sedikit," ujar Anton.

Belum lama ini, tiga kapal milik Bull yang disewakan ke Pertamina terkena masalah kepabean. Kemudian menjadi temuan BPK yang melakukan audit terhadap Pertamina.

BPK memberikan rekomendasi berupa sanksi memasukkan Bull dalam daftar hitam dan tidak dapat mengikuti pengadaan baru kapal-kapal dengan Pertamina. Tetapi Pertamina memberi kesempatan bagi semua penyedia jasa untuk memberi bukti dan data baru yang dapat mencabut atau mengubah sanksi sesuai Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa di Pertamina.

Bull telah memberi bukti-bukti baru dan tambahan tertanggal 9 Mei 2018. Pertamina meneruskan tanggapan dan bukti-bukti baru tersebut kepada BPK. Dan BPK memberikan rekomendasi untuk memulihkan status Bull dan dicabut dari daftar hitam.


Reporter:  Abdul Rozak
Editor: Iwan Sutiawan

Abdul Rozak
06-07-2018 19:04