Main Menu

Samsung dan Quipper Kolaborasi Dukung Kegiatan Belajar Siswa

didi
17-07-2018 16:06

Kerjasama Samsung Eletronik dan Quipper Video. (Dok. Quipper/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Samsung Elektronik Indonesia bersama Quipper meluncurkan program akses berlangganan materi belajar Quipper video selama 1 tahun ajaran pada setiap pembelian gawai seri Samsung Galaxy Tab A With S-Pen.

IT & Electronic Group Head Samsung Indonesia, Roy Nugroho menyatakan kolaborasi ini dalam rangka mendukung program pemerintah dalam hal meningkatkan akses pemanfaatan teknologi melalui penggunaan gawai bagi kegiatan belajar siswa (e-learning).

“Anak-anak di usia 13-18 tahun merupakan generasi digital native, yang telah akrab dengan penggunaan teknologi dalam kesehariannya. Memahami ini, kami bekerjasama menghadirkan Quipper dalam setiap Samsung Galaxy Tab A with S-Pen. Ini merupakan salah satu perwujudan dari visi kami, membuat masyarakat bisa lebih maju lewat inovasi. Dengan memanfaatkan konten Quipper, proses belajar bisa menjadi lebih menarik,” kata dia di Jakarta, Selasa (17/7).

Head of PR & Marketing Quipper Indonesia, Tri Nuraini menyatakan kolaborasi ini akan bermanfaat khususnya bagi siswa SMP SMA baik untuk ujian sekolah, ujian nasional hingga SBMPTN. Diakuinya, hampir 50% pengguna Quipper berhasil lulus perguruan tinggi negeri, yang diharapkan dapat mencetak SDM yang kompeten sehingga bisa menjadi kontribusi positif dari bonus demografi Indonesia nantinya.

“Kita tahu dari sekitar 271 penduduk, 64% berada di usia produktif (15-64 tahun). Bonus demografi ini bisa menyulitkan apaba penyediaan sarana dan akses pendidikan ke masyarakat kurang. Untuk itu kita berkolaborasi demi meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia,” kata dia.

Kepala Sub bidang Aplikasi Pustekkom Kemendikbud, Hendriawan Widiatmoko menambahkan di era teknologi saat ini, sangat mungkin instansi pendidikan memanfaatkan dana BOS misalnya demi meningkatkan mutu pendidikan. Apalagi dalam juknis dana BOS sudah diperbokehkan pembelian pembelajaran berbasis online atau e-learning.

“Meski begitu kita tetap berkordinasi dengan sekolah dan dinas, soal konten-konten seperti apa yang bisa diberikan di aplikasi e-learning.Selama ini kalau ada bantuan di K/L kita lihat dulu, kita minitoring terlebih dahulu. Kami juga sudah dengan Kominfo kerjasama memonitoring konten-konten yang ada. Di setiap aplikasinya kami sediakan panic buttom yang bisa masyarakat gunakan untuk melapor ke kami terkait konten atau hal-hal negatif,” paparnya.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor : Mukhlison 

didi
17-07-2018 16:06