Main Menu

Visa Bidik Transaksi UKM Sektor Wisata Indonesia

Mukhlison Sri Widodo
19-07-2018 23:32

Ilustrasi - Visa Card. (Shutterstock/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah di kawasan tujuan wisata mulai dimanjakan oleh perusahaan-perusahaan jasa keuangan dunia. 

 

Seperti perusahaan jaringan pembayaran digital terbesar dunia, Visa, mulai tergerak untuk menyediakan pembayaran elektronik yang cepat, aman dan dapat diandalkan, termasuk pembayaran dengan menggunakan teknologi nirsentuh atau contactless, kepada pelaku usaha kecil di sejumlah destinasi wisata populer di Indonesia.

Pengusaha yang mendapat fasiitas ini di antaranya berada di Bali, Lombok, Yogyakarta – Solo, Surabaya – Malang, Medan, dan Bandung. 

Visa, berkolaborasi dengan perusahaan startup Cashlez penyedia mobile point of sale (m-POS). Keduanya bekerja sama untuk mendistribusikan 5.000 perangkat mobile point of sale (m-POS).

Perangkat pembayaran elektronik ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya. 

Sebagaimana mereka akan dapat menerima pembayaran kartu dari sekitar 17 juta wisatawan mancanegara yang ditargetkan berkunjung ke Indonesia oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di tahun ini, dan lebih dari 3 milyar kartu Visa di seluruh dunia. 

Riko Abdurrahman, Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia mengatakan, ada kecenderungan konsumen saat ini lebih mengutamakan proses pembayaran yang bebas gangguan.

Berdasarkan studi Consumer Payment Attitude terbaru yang dilakukan Visa, konsumen memiliki ekspektasi yang tinggi saat melakukan pembayaran

“Sekitar 75% responden Indonesia menyatakan bahwa mereka lebih memilih pembayaran nirsentuh daripada tunai jika tersedia secara luas di toko-toko,” katanya.

Melalui kolaborasi dengan Cashlez untuk mendistribusikan 5.000 perangkat m-POS, Visa berharap dapat mengurangi transaksi tunai termasuk di sektor usaha kecil. 

“Sekaligus memudahkan konsumen untuk membayar menggunakan kartu Visa di setiap destinasi wisata yang dikunjungi di Indonesia,” tambah Riko. 

Dengan mendistribusikan 5.000 perangkat m-POS di destinasi wisata, Visa berupaya mengimbangi antara banyaknya jumlah kartu pembayaran yang beredar dengan rendahnya tingkat penerimaan pembayaran nontunai di Indonesia, terutama di daerah terpencil. 

Cashlez merupakan perusahaan teknologi finansial pembayaran yang memberikan solusi untuk merchant dan menawarkan nilai lebih agar pemilik usaha dapat mengelola dan mengembangkan bisnisnya. 

Program untuk sebarkan 5.000 perangkat m-POS dimulai pada bulan Juni 2018 dan diperkirakan akan selesai pada bulan Mei 2019. 

Program ini menargetkan pelaku usaha di sejumlah sektor seperti akomodasi, pusat kuliner & restoran, toko pakaian, toko kelontong, toko bebas bea masuk (duty free shop), wahana rekreasi, lounge, toko serba ada, supermarket, spa kesehatan & kecantikan, apotek, kafe, toko kerajinan tangan, dan toko oleh-oleh. 

“Dengan memperluas penerimaan pembayaran non tunai di destinasi wisata, Visa bermaksud mendorong pertumbuhan pembayaran elektronik di Indonesia. 

“Kami ingin membantu para pelaku usaha agar dapat mengembangkan bisnisnya dengan menerima 

pembayaran nontunai, serta memudahkan para pemegang kartu Visa dalam menggunakan kartu pembayaran dimana pun di Indonesia,” tutup Riko. 


Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
19-07-2018 23:32