Main Menu

Divestasi Saham Freeport Didanai Bank Asing

Abdul Rozak
25-07-2018 15:38

Tambang PT Freeport Indonesia (Antara Foto/Muhammad Adimaja/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Pendanaan divestasi PT Freeport Indonesia (FI) oleh PT Inalum (Persero) sepenuhnya diperoleh dari bank asing. Hal itu dilakukan untuk menghindari fluktuasi nilai tukar rupiah jika divestasi dilakukan perbankan nasional.

Inalum harus merogoh kocek sebesar US$ 3,85 milyar atau Rp 55 triliyun untuk ambil alih 51% saham FI. Kesepakatan divestasi berhasil ditandatangani setelah negosisasi alot selama kurang lebih 4 tahun.

"Terkait pendanaan akan dibiayai bank asing. Karena kalau pendanaan bank lokal, ada kemungkinan memengaruhi fluktuasi rupiah. Dan kami tidak mau hal itu terjadi," kata Head of Corporate Communications PT Inalum, Rendi Achmad Witular di Jakarta, Rabu (25/7).

Selain itu, pendanaan bank asing dapat memberikan optimisme bahwa potensi bisnis di tambang Grasberg sangat besar. Sehingga divestasi ini akan menjadi rebutan perbankan karena sangat potensial.

Rendi menambahkan, transaksi divestasi akan dilakukan dalam bentuk dollar. Selain itu, pendapatan dua perusahaan ini, Inalum dan FI, juga dalam kurs dollar.

"Regulator menyarankan agar asal pendanaan dipilih bank asing agar tidak mengganggu nilai rupiah. Lebih dari itu, pendanaan bank asing ini memberikan optimisme bahwa potensi bisnis yang terkait dengan tambang Grasberg sangat besar," tutur Rendi.

Pengamat ekonomi dari Universitas Gajah Mada (UGM) Fahmy Radhi menepis kekhawatiran pengurangan hak saham jika pendanaan dilakukan seluruhnya oleh bank asing. "Kalau semua pemberi pinjaman dari bank asing, itu tidak mengurangi hak-hak Inalum dalam saham. Jangan khawatir, lantaran itu asing akan menguasai saham. Kecuali, kalau memang saham diambil asing," katanya.


Reporter: Abdul Rozak
Editor: Iwan Sutiawan

Abdul Rozak
25-07-2018 15:38