Main Menu

Joko Mogoginta: Dewan Komisaris Jangan Tusuk Saya dari Belakang

Mukhlison Sri Widodo
27-07-2018 13:32

Joko Mogoginta (Gatra/Rifki M Irsyad/afn)

Jakarta, Gatra.com - Isu tentang pencabutan tanda tangan dua komisaris dalam Laporan Tahunan 2017 menjelang Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk  membuat bos dan pendiri perusahaan itu, Joko Mogoginta angkat suara.

 

“Dalam satu tahun terakhir ini saya berharap dewan komisaris membantu direksi untuk membangun kembali perusahaan, bukan menusuk saya dari belakang,” katanya.

Pernyataan Joko tersebut menjawab pertanyaan mengenai dugaan akan adanya pengambil alih paksa (hostile takeover) dalam RUPS siang ini.

Joko menyatakan setahun ini ia berusaha memadamkan badai yang melanda perusahaannya.

“Dan dengan segala perjuangan kami akhirnya bisa lepas.  Tindakan mereka yang mempertanyakan laporan tahunan sebetulnya menampar muka mereka sendiri,” ungkapnya.

Kini ia berharap semua stakholder, bisa bersatu. “Kepada teman-teman karyawan yang sudah bersama saya selama puluhan tahun, saya mohon doa restunya untuk menangkis upaya ambil alih TPSFood,” kata Joko.

Hari ini, Jumat (27/07) pukul 14.00 dijadwalkan PT Tiga Pilar Sejahtera mengadakan RUPS.

Namun sebelumnya tersiar kabar dua komisaris perusahaan, Anton Apriyantono dan Kang Hongkie Widjaja mencabut tandatangannya.

Kabar itu terbantahkan, karena di laporan keuangan tahunan yang sudah diserahkan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) memperlihatkan bahwa dua dari empat dewan komisaris, yang tak lain Anton dan Kang Hongkie, telah membubuhkan tandatangan mereka.

Seorang sumber menyatakan dua komisaris tersebut sempat ditahan selama 10 jam untuk mengintimidasi agar mencabut tandatangannya.

Kepada GATRA, Anton Apriyantono membenarkan adanya kejadian tersebut. "Sebenarnya bukan dipaksa tapi dalam keadaan tertekan, ketakutan, dan informasi dari satu pihak," katanya. "Rapatnya saja sampai 10 jam" tambah Anton.

Anton tak mau menjelaskan pihak mana yang membuat dirinya ketakutan. "Yang jelas, saat itu belum bertemu direksi dan pengacara direksi untuk melakukan klarifikasi," pungkasnya.


Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
27-07-2018 13:32