Main Menu

Pertamina Buka Peluang Garap Blok Rokan dengan Chevron Lagi

Hendry Roris P. Sianturi
01-08-2018 20:17

Plt Dirut Pertamina, Nicke Widyawati (ketiga dari kiri). (GATRA/Hendry Roris S/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Pemerintah menetapkan PT Pertamina (Persero) sebagai pemenang 100% pengelolaan Blok Rokan. Pertamina akan mengelola Blok Rokan mulai tahun 2021 sampai 20 tahun ke depan.

 

Pada masa transisi ini, Direksi Pertamina akan melakukan pertemuan dengan Direksi Chevron Pacific Indonesia (CPI) secara intensif.

“Ini semua sedang kita hitung. Karena ada juga biaya-biaya investasi yang sudah dikeluarkan oleh operator lama yang juga harus kita ganti. Dalam masa transisi ini kita kan harus duduk bersama dengan operator lama. Untuk melakukan settlement begitu kemudian akan divalidasi SKK Migas,” kata Plt Dirut Pertamina, Nicke Widyawati, (01/8).

Nicke menjanjikan, Pertamina akan mempertahankan produksi minyak dari Blok Rokan. Sepanjang semester I tahun 2018, Blok Rokan memproduksi minyak sebesar 207.148 bph.

Dengan angka itu, pemerintah dapat menekan impor minyak mentah dan menghemat devisa US$ 4 milyar.

“Untuk mengendalikan impor dengan adanya Rokan. Selama ini kan, pembagiannya hampir fifty fifty kan, 50 ke pemerintah, 50 lagi ekspor. Nantinya, 100% denga besaran berapapun yang diproduksi, masuk ke kilang Pertamina, sehingga nanti mengurangi impor,” katanya. 

Untuk mengelola Blok minyak terbesar di Indonesia tersebut, Pertamina harus berinvestasi sekitar US$70 miliar atau sekitar Rp1.008 trilyun (asumsi kurs Rp14.413 per dolar AS), hampir separuh APBN 2018.

Agar meringankan beban, kata Nicke, Pertamina membuka peluang bekerjasama dengan swasta termasuk operator eksisting Chevron Pacific Indonesia (CPI). “Belum tahu (persen hak kelola untuk swasta). Tapi intinya mayoritas akan tetap Pertamina. Dan kita sebagai operator, kita terbuka dengan siapapun termasuk Chevron,” ujarnya.

Kementerian ESDM akhirnya mengumumkan pemenang operator Blok Rokan adalah Pertamina. Meskipun, dalam Permen ESDM No. 23 tahun 2018 diatur, agar pengelolaan blok yang akan berakhir, diprioritaskan perpanjangan bagi operator eksisting.

Mengacu regulasi ini, seharusnya Chevron memiliki potensi lebih besar, memperpanjang kontrak sebagai operator di Blok Rokan sampai 2041.

Hanya saja, “Proposal Pertamina lebih menarik,” kata Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, (31/7/).


Reporter : Hendry Roris Sianturi
Editor : MUkhlison 

Hendry Roris P. Sianturi
01-08-2018 20:17