Main Menu

Satelit Merah Putih Telkom Sukses Mengangkasa

G.A Guritno
07-08-2018 13:53

Persiapan peluncuran Satelit Merah Putih di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat.(ANTARA/Saptono/re1)

Cape Canaveral, Florida, Gatra.com – Satelit Merah Putih Telkom berhasil melakukan tahap pertama peluncuran. Tepat pukul 01.18 waktu Florida atau 12.18 WIB roket Falcon 9 mengangkasa meninggalkan bumi untuk terus mencapai titik orbit di 108 derajat Bujur Timur (BT).

 

Dua menit setelah roket stage 1 menyala, tepuk tangan menggema di ruang kontrol peluncuran. Pertanda roket stage I berfungsi dengan baik. Selanjutnya roket stage 1 memisahkan diri dari badan roket dan tugas mengorbitkan Merah Putih diteruskan oleh roket stage II.

Peluncuran tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Direktur Telkom Indonesia Alex J. Sinaga dan beberapa jajaran petinggi Telkom, seperti Zulhelfi Abidin Direktur Network & IT Solution, Tonda Priyanto Kepala Proyek Satelit Telkom Group, Hendra Gunawan Koordinator Proyek Satelit Merah Putih, dan Arif Prabowo Vice President Corporate Communication Telkom Indonesia.

Target SpaceX meluncurkan satelit Merah Putih ke Geostationary Transfer Orbit (GTO) dari Space Launch Complex 40 (SLC-40) di Cape Canaveral Air Force Station, Florida berjalan sempurna.

Setelah proses tahap pertama berjalan sesuai rencana, masih ada sejumlah tahap krusial yang harus dilalui roket Falcon 9 untuk mendorong Merah Putih ke slot orbit 108 derajat BT.

Secara teori, peluncuran satelit terdiri dari sejumlah tahapan. Setiap stage menjalankan tugas yang berbeda. Tahapan pertama, Falcon 9 sebagai kendaraan peluncur berisi roket yang akan menyala meninggalkan bumi. Roket itu berisi bahan bakar yang dibutuhkan untuk mengangkat satelit dan kendaraan peluncur ke angkasa.

Roket stage I ini harus sangat kuat karena total bobot dari kendaraan peluncur mencapai 580 ton. Setelah semua bahan bakar di tangki stage I habis dipakai, roket stage I tidak diperlukan lagi dan dilepaskan jatuh ke bumi.

Setelah tahap pemisahan, SpaceX akan mencoba untuk mendaratkan roket Falcon 9 tahap pertama pada dronehip "Of Course I Still Love You", yang akan ditempatkan di Samudera Atlantik. Roket ini masih akan digunakan lagi, karena platform Falcon 9 block 5 terbaru memang akan memanfaatkan lagi (reuse) roket stage I untuk misi pengiriman satelit, total hingga 10 kali.

Selanjutnya stage II berisi roket lebih kecil yang menyala setelah stage I selesai. Roket stage II memiliki tangki bahan bakar sendiri. Stage II ini digunakan untuk mengirim satelit ke luar angkasa. Setelah tugasnya selesai tangki dan roket dilepas dan dibuang ke atmosfer ketika bahan bakar sudah habis digunakan.

Berikutnya upper stage dari Falcon 9 dihubungkan ke tempat pembawa satelit. Ini merupakan wadah berlapis metal anti panas tingkat tinggi yang disebut fairing. Fungsi fairing adalah melindungi satelit saat proses peluncuran dan memudahkan kendaraan peluncur untuk menjelajah atmosfer Bumi.

Fairing akan membuka ketika satelit berada di atas lapisan atmosfer. Ia kemudian jatuh ke bumi begitu tugasnya selesai dan terbakar ketika memasuki lapisan atmosfer.

Sementara roket pada upper stage ini menyala begitu satelit berada di luar angkasa dan akan membawa satelit menuju titik orbit 108 BT. Satelit kemudian ditempatkan ke transfer orbit dan roket utama akan mengirimkan satelit ke orbit yang lebih tinggi.

Setiap kali satelit berada di titik terjauh (apogee) maka roket utama yang terpasang di satelit dinyalakan. Begitu seterusnya sampai satelit mencapai ketinggian orbit yang diinginkan.

Tahap penentuan lainnya adalah ketika panel surya mulai dibuka dan dikembangkan. Ini dilakukan agar satelit mulai mendapat catuan listrik dari sinar surya. Setelah itu, dikuti dengan dibukanya antena komunikasi.

Pada 17 Agustus 2018 satelit Merah Putih yang membawa 60 transponder diharapkan bisa dites secara komersial hingga serah terima sepenuhnya dari pihak SSL kepada Telkom pada minggu ketiga bulan September 2018 nanti.

Editor: G.A. Guritno

G.A Guritno
07-08-2018 13:53