Main Menu

Alex J. Sinaga: Merah Putih Perkuat Konsolidasi Telkom Satelit Indonesia

G.A Guritno
08-08-2018 21:41

Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Alex J. Sinaga(tengah).(ANTARAnews/re1)

Orlando, Gatra.com – Dua hari setelah peluncuran, satelit Merah Putih Telkom terus menjelajah angkasa menuju slot orbit 108 derajat Bujur Timur (BT) pada ketinggian 36.000 dari bumi.

 

Laporan terbaru dari SpaceX, panel surya telah berkembang untuk memberikan catuan daya listrik ke satelit. Sejumlah roket pendorong kecil yang menempel di badan satelit sesekali akan menyala setiap satelit berada di titik terjauh (apogee). Proses ini akan berlangsung hingga 17 atau 18 Agustus 2018, sampai satelit menempati slot orbit di 108 BT yang sudah ditinggalkan satelit Telkom I.

Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) Alex J. Sinaga mengatakan bahwa dengan beroperasinya Merah Putih maka Telkom bisa lebih leluasa untuk bisa menjadi pemain regional di dunia satelit.

‘’Dengan satelit itu Telkom makin lengkap dan lebih kuat, baik upstream dengan transpondernya, lalu downstream-nya termasuk layanan VSAT, seluler, dan berbagai koneksi seluruh area di Indonesia,’’ katanya.

Alex menambahkan Telkom sedang memproses konsolidasi seluruh bisnis satelitnya di Indonesia, termasuk layanan-layanan di downstream. Saat ini di Telkom ada tiga yang mengurusi satelit, satu di grupnya, yakni Telkom, dan ada dua lagi, yakni Metrasat di Telkom Metra dan Patrakom.

‘’Kita sudah selesai pada tahapan perubahan nama Petrakom menjadi Telkom Satelit Indonesia,’’ katanya.

Dalam waktu dekat, seluruhnya layanan satelit mulai dari upstream sampai layanan downstream akan di-handle oleh Telkom Satelit Indonesia (TSI) sebagai induknya. ‘’Termasuk Merah Putih yang baru meluncur ini, itu akan masuk ke Telkom Satelit Indonesia,’’ katanya.

Alex menandaskan bahwa pada intinya Telkom Satelit Indonesia akan menjadi vehicle atau kendaraan Telkom untuk menjadi pemain regional. ‘’Cita-cita kita minimal lima tahun ke depan kita akan menjadi pemain satelit regional nomor tiga,’’ ungkanya.

Selain itu, menurut Alex, setelah mengorbitkan Merah Putih, Telkom tidak akan berhenti. ‘’Kita akan terus mengembangkan dan terus mencari peluang-peluang kerjasama khususnya untuk slot orbit, sehingga kita bisa menambah satelit kita sehingga kapasitas kita bisa lebih besar,’’ bebernya.

Saat ini untuk market Indonesia demand satelit masih lebih tinggi dari supply. Dengan meluncurnya Merah Putih paling tidak gap antara demand dan supply itu semakin sempit.

Dengan Merah Putih yang memiliki coverage sampai ke Asia Selatan, maka selain memenuhi demand domestik, Telkom sekaligus mengambil pasar di regional. Langkah konsolidasi melalui Telkom Satelit Indonesia, menurut Alex akan menjadikan pengelolaan bisnis satelit bisa lebih fokus, bisa diukur, dan lebih mudah berinteraksi dengan pemain satelit di seluruh dunia.

‘’Hal ini sangat memungkinkan karena trennya para telko itu sudah men-spinoff bisnis satelitnya. Kita mengikuti best practices itu sehingga kita semakin mudah pengembangan bisnisnya ke depan,’’ ujarnya.

Selain menjadi pemain regional, dengan kapasitas Merah Putih yang lebih besar maka akan bisa digunakan untuk menjangkau seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

‘’Telkom akan menjadi enabler untuk pengembangan ekonomi digital di Indonesia sesuai dengan program Pemerintah di tahun 2020 menjadi raksasa ekonomi digital di Asia Tenggara,’’ pungkas Alex.

Editor: G.A. Guritno

G.A Guritno
08-08-2018 21:41