Main Menu

PT IMFI Dapat Kredit Sindikasi US$ 275 Juta

Mukhlison Sri Widodo
29-08-2018 20:02

Sindikasi untuk PT Indomobil Finance Indonesia (Dok. PT IMFI/FT02)

Artikel Terkait

Jakarta, Gatra.com - Rencana pengembangan bisnis pembiayaan PT Indomobil Finance Indonesia (IMFI) selama setahun ke depan bakal lebih lancar. 

 

Ini berkat proposal pinjaman sindikasi yang diajukan melalui Greenshoe Option dengan rencana jumlah pinjaman sebesar US$ 100 juta, mendapat respon positif dari calon debitur di berbagai negara. 

Menurut rilis yang diterima GATRA, Selasa (29/8), ada 14 perusahaan keuangan dari dalam dan luar negeri yang sudah berkomitmen untuk memberikan pinjaman.

“Hingga total komitmen dari kreditur mencapai US$ 275 juta atau oversubscribed 2,75x,” begitu ditulis dalam rilis. 

Adapun institusi-institusi yang menjadi peserta sindikasi kali ini, yang dari luar negeri seperti Australia and New Zealand Banking Group Limited, CTBC Bank Co., Ltd, DBS Bank Ltd, Oversea-Chinese Banking Corporation Limited

Kemudian ada Sumitomo Mitsui Banking Corporation / PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia, Taiwan Cooperative Bank, Offshore Banking Branch, First Commercial Bank, Offshore Banking Branch.

Lalu The Korea Development Bank, Singapore Branch, Apple Bank for Savings, Bank of Taiwan, Singapore Branch, dan Taishin International Bank Co., Ltd

Sedangkan dari dalam negeri ada PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Maybank Indonesia Tbk, dan PT Bank SBI Indonesia. 

Adanya komitmen ini, menjadikan PT IMFI mendapat pinjaman  untuk ke delapan kalinya dari berbagai bank dan lembaga keuangan internasional yang berdomisili di luar negeri dan dalam negeri. 

Total pinjaman yang berhasil diperoleh sejak pinjaman sindikasi yang pertama sampai dengan sindikasi ketujuh adalah sebesar US$ 1,06 milyar. 

Sampai dengan 31 Juli 2018 total pinjaman sindikasi yang telah dilunasi sebesar US$ 695,2 juta atau sekitar 66% dari total pinjaman. 

Selain untuk bisnis pembiayaan, pinjaman ini juga akan digunakan untuk melaksanakan kegiatan lindung nilai (hedging) atas pinjaman sindikasi tersebut dalam rangka memitigasi risiko atas nilai tukar dan fluktuasi suku bunga. 


Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
29-08-2018 20:02