Main Menu

Para Penumpang Kaget, Tarif Tiket KA Pangrango Tiba-tiba Naik!

Nur Hidayat
03-09-2018 22:03

KA Pangrango melayani relasi Sukabumi-Bogor (GATRAnews/Wikipedia)

Sukabumi, Gatra.com - Sejumlah calon penumpang Kereta Api (KA) Pangrango jurusan Sukabumi-Bogor terkaget-kaget karena tarif tiket moda transportasi andalan mereka tiba-tiba naik sejak Senen sore (3/9).  Seperti yang tercantum dalam berbagai situs penjualan tiket online, tarif kelas ekonomi naik dari Rp 25.000 menjadi Rp 35.000 untuk Sukabumi-Bogor, demikian juga tarif kelas eksekutif dari Rp 70.000 menjadi Rp 80.000.

 

Perubahan ini segera membuat heboh komunitas pengguna KA Pangrango. Biasanya kenaikan tarif kereta selalu di dahului dengan sosialisasi dan alasan kenaikan. Tapi kali ini kenaikan terjadi tiba-tiba. Mereka segera mengajukan petisi penolakan lewat Change.org dengan tajuk "PT KAI DAOPS 1 Jakarta: Jangan Naikkan Harga Tiket KA Pangrango!".

Menurut Hendy Faizal, penggagas petisi online tersebut, KA Pangrango yang telah beroperasi sejak 2013, ini telah beberapa kali menaikkan tarif. Padahal KA Pangrango telah menjadi moda transportasi utama karena kondisi lalu lintas jurusan Sukabumi-Ciawi-Bogor-Jakarta sangat padat dan sering macet tak ketulungan.

Menurut catatan Hendy, awalnya tarif eksekutif berharga Rp 35.000 dan tarif ekonomi Rp 15.000 pada Februari 2014. Pelan-pelan kelas eksekutif naik menjadi Rp 50.000 dan ekonomi menjadi Rp 20.000 atau naik sekitar 33%-40%. "Kenaikan ini rupanya tidak berhenti hanya ditahun tersebut bahkan hampir tiap tahun Pangrano naik menjadi Rp 60.000,  Rp 70.000 hingga kini Rp 80.000 untuk eksekutif dan ekonomi menjadi Rp 25.000 dan kini Rp 35.000 untuk kelas Ekonomi. Rupanya kami pengguna dianggap selalu diam sehingga Daops 1 Jakarta semena-mena," tuturnya.

Padahal, menurut Egon, demikian ia biasa di sapa, hampir tidak ada upgrade berarti dari sisi layanan maupun kualitas perjalanan. "Misalnya soal kecepatan atau kualitas kereta atau gerbong yang dipakai adalah dua hal yang paling mencolok yang seharusnya terjadi peningkatan," katanya. Selain itu, jarak relasi Bogor - Sukabumi yang hanya 50-60 km harus ditempuh selama dua jam lebih. "Berasa naik odong-odong jika di bandingkan mereka yang terbiasa naik kereta di jalur utara," kata Egon.

Sebelumnya, pihak PT KAI telah meningkatkan kualitas jaringan rel kereta dan revitalisasi sejumlah stasiun sepanjang perjalanan Bogor-Sukabumi pada 2016. "Namun bagi penumpang kecepatan perjalanan tidak terjadi," katanya.

Sejumlah penumpang lain juga mengeluhkan layanan KA Pangrango yang menaikkan tarif. Akun juliansyah saputra misalnya, menulis "Mentang2 kereta api jd transportasi favorite (karena ga ada pilihan) PT KAI jd seenaknya menaikkan tarif" pada situs petisi online.

Akun hendra yana menyatakan "Kenaikan harus DITOLAK karena sampai saat ini perbaikan gerbong kereta eksekutif dan ekonomi tidak pernah ada". Begitu juga dengan akun Arip Jaeni  menulis "Tanpa basa basi langsung mnaikan tarif, jd kbiasaan". 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pimpinan DAOPS1 terhadap kenaikan tarif KA Pangrango.


Reporter: Nur Hidayat

Editor: Aries Kelana

Nur Hidayat
03-09-2018 22:03