Main Menu

Puradelta Catatkan Marketing Sales Lahan Industri 21,7 Hektar

didi
12-09-2018 12:14

Ilustrasi. (Shutterstock/RT)

Jakarta, Gatra.com - Pengembang kawasan industri terpadu Kota Deltamas, PT Puradelta Lestari Tbk mencatatkan marketing sales lahan industri sebesar 21,7 hektar sepanjang periode Januari-Juni 2018, atau yang tertinggi di pangsa pasar penjualan lahan industri.

 

“Hal ini mengokohkan kembali posisi kami sebagai pemimpin di sektor pengembang kawasan industri dalam beberapa tahun terakhir,” kata Tondy Suwanto, Direktur Puradelta Lestari dalam keterangannya, Rabu (12/9).

Di semester pertama tahun 2018 sendiri, Puradelta berhasil meraih marketing sales total senilai Rp 561 miliar dari penjualan lahan industri, lahan komersial, maupun produk hunian, atau sekitar 45% dari target marketing sales perseroan senilai Rp1,25 triliun.

Tondy meyakini dapat meraih target penjualan tersebut. Optimisme ini didukung oleh tingginya permintaan yang diterima perseroan seluas sekitar 100 hektar.

“Permintaan yang tinggi itu berasal dari perusahaan otomotif maupun non-otomotif dan sebagian besar merupakan perusahaan-perusahaan asing. Hal ini mengundikasikan minat investasi asing di dalam negeri masih tinggi,” paparnya.

Sejalan dengan meningkatnya aktivitas industri serta akselerasi proyek-proyek infrastruktur pemerintah, Puradelta terus mengembangkan kawasan residensial yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung.

“Berbagai tenant komersial ternama, seperti sekolah, rumah sakit, chain restaurant, dan SPBU, telah berinvestasi dan beberapa diantaranya telah beroperasi di Kota Deltamas,” ujarnya.

Puradelta merupakan pengembang dan pengelola Kota Deltamas, yang di dalamnya terdapat kawasan industri GIIC yang merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia, dengan lahan yang solid seluas 1.714 hektar. Secara total, termasuk luas kawasan untuk pengembangan residensial dan komersial, Puradelta memiliki total lahan seluas 3.177 hektar.

Berbagai pembangunan infrastruktur di timur Jakarta seperti jalan tol layang, LRT, proyek kereta cepat, jalan tol Jakarta-Cikampek 2 Selatan, serta pembangunan pelabuhan Patimban dan bandar udara Kertajati akan meningkatkan nilai Kota Deltamas sebagai sebuah kawasan perkotaan modern berbasis industri.


Reporter: Didi Kurniawan

didi
12-09-2018 12:14