Main Menu

Ekonomi Melambat, JK Instruksikan Kurangi Impor Pangan

Januar
16-09-2015 14:11

Wakil Presiden Jusuf Kalla (ANTARA/Yudhi Mahatma)

Jakarta, GATRAnews - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan upaya meningkatkan ekonomi di tengah pelemahan saat ini salah satunya adalah pengurangan impor pangan. Ia menginstruksikan kepada Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produksi pertanian agar mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri tanpa harus impor.

"Impor pangan seperti gula, jagung tinggi. Lalu gandum impornya sangat tinggi. Saya tekankan bagaiman produktivitas pertanian itu naik," kata JK usai memimpin rapat kerja dengan Kementan di Jakarta, Rabu (16/9).

Ia  menjelaskan untuk meningkatkan produksi tersebut terdapat berbagai cara yang akan diambil. Ia mengatakan pihaknya akan memperbaiki pembibitan, rehabilitasi pengairan, ketersediaan pupuk dan pemberian penyuluhan.

Selain itu, ia juga meminta agar ketersediaan daging sapi tidak mengandalkan impor. Menurutya, tingginya impor sapi saat ini memberatkan perekonomian negara. Untuk itu, kedepannya pemerintah akan memfokuskan impor sapi anakan. "Sapi itu asalnya dari bibit maka porsi impor bibitnya yang dinaikkan," kata JK.

JK menyadari pembatasan impor pangan tidak dapat dilakukan secara cepat. Untuk itu, pemerintah akan memperketat izin impor. "Impor pangan tentu tidak bisa serta merta stop, nanti malah ada kenaikan harga sehingga inflasi yang menambah kemiskinan," kata JK.


Reporter: Januar Rizki

Editor: Nur Hidayat

Januar
16-09-2015 14:11