Main Menu

The Fed Batal Naikkan Suku Bunga, Kondisi Ekonomi Indonesia Belum Aman

Januar
18-09-2015 18:56

Federal Reserve (AFP/Karen Bleier)

Jakarta, GATRAnews - Bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya 0%. Tetapnya suku bunga ini di luar ekspektasi global yang memperkirakan naik paling sedikit 0,25%. 

Gubernur Bank Indonesia, Agus Dermawan Winarto Marto Wardojo mengatakan meskipun The Fed batal menaikkan suku bunga, bukan berarti ekonomi Indonesia dengan cepat membaik. Pasalnya, isu naiknya suku bunga tersebut yang menjadi penyebab arus modal keluar dari Indonesia sehingga melemahkan nilai tukar. 

"Semua (negara) berpikir Amerika lebih cepat memutuskan. Kalau bisa naikkan sedikit karena semua sudah antisipasi. Namun, penjelasan mereka mengatakan ekonomi AS malah terpengaruh perkembangan ekonomi dunia dan inflasi mereka pelan sehingga kenaikan suku bunga tidak dilakukan dalam waktu dekat," kata Agus saat dijumpai di Jakarta, Jumat (18/9). 

Ia mengatakan kondisi ini tidak serta merta mengembalikkan nilai tukar Rupiah. Menurutnya, masih terdapat beberapa faktor yang memengaruhi lemahnya nilai tukar khususnya defisit transaksi berjalan. "Untuk negara berkembang termasuk Indonesia tetap ada tekanan.(Pelemahan) nilai tukar selama indonesia masih ada di defisit transaksi berjalan," kata Agus. 

Selain itu, Agus juga mengatakan turunnya rata-rata harga komoditas hingga 15% membuat ekspor Indonesia anjlok tajam. Lalu, masih maraknya penggunaan valuta asing dalam perdagangan dalam negeri juga memengaruhi pelemahan nilai tukar. 

Meskipun masih terdapat pelemahan, Agus menilai fundamental ekonomi Indonesia sudah mengalami perbaikan. Hal ini terlihat dari defisit transaksi berjalan sekitar 2%, turun dari sebelumnya yang mencapai 4%. Lalu, inflasi yang lebih terjadi di posisi 4 +/- 1%. 

"Indonesia ada tren membaik. Pertumbuhan ekonomi sebesar 4,7-5,1% itu baik sekali bila dibandingkam Brazil yang pertumbuhan ekonomi minus dan Rusia juga minus. Perlu ada optimisme semua harus melakukan upaya bersama menggerakan ekonomi Indonesia," kata Agus. 


Reporter: Januar Rizki

Editor: Nur Hidayat

Januar
18-09-2015 18:56