Main Menu

Setahun Pemerintahan Jokowi-JK, Minat Investasi Capai Rp 2.062 T

Januar
20-10-2015 18:45

Kepala BKPM Franky Sibarani (GATRA/Eva Agriana)

Jakarta, GATRAnews - Selama satu tahun pemerintahan Jokowi-JK, Badan Koordinasi Penanaman Modal mencatat masuknya minat investasi sebesar US$ 165 miliar atau setara dengan Rp 2.062 triliun dengan kurs rupiah Rp 12.500. Angka tersebut terkumpul dari periode 22 Oktober 2014 - 16 Oktober 2015.

 

 

Kepala BKPM Franky Sibarani menyampaikan bahwa minat investasi tersebut akan didorong untuk segera direalisasikan. “Minat investasi ibarat embrionya, jadi untuk benar-benar memiliki dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat, minat-minat ini akan dikawal,” ujarnya di kantor BKPM, Jakarta, Selasa (20/10).

 

 

Menurut Franky, minat investasi itu masuk dari perwakilan BKPM di delapan negara, serta tim Marketing officer yang juga berkoordinasi dengan perwakilan RI di Luar Negeri.

 

Investasi tersebut terdiri dari beberapa sektor prioritas, tiga sektor teratas adalah hilirisasi industri, infrastruktur, serta pariwisata dan kawasan Industri.

 

Menurut Franky, sektor hilirisasi industri menyumbang US$ 59 miliar setara Rp 737 triliun atau 35% dari keseluruhan minat investasi. “Selain hilirisasi industri, sektor infrastruktur dan pariwisata dan kawasan industri merupakan sektor yang banyak diminati oleh investor asing,” jelasnya.

 

Kontribusi minat di sektor infrastruktur mencapai US$ 48,7 miliar setara dengan Rp 608 triliun, sedangkan di sektor pariwisata dan kawasan industri minat yang masuk tercatat US$ 11,9 miliar setara dengan Rp 148 triliun.

 

Sedangkan dari sumber negara investasi, minat tiga negara atau kawasan teratas diantaranya Tiongkok dengan US$ 61 miliar, Korea Selatan US$ 46 miliar, Timur Tengah dan Afrika US$ 23 miliar. “Ini yang murni hanya minat investasi, jadi belum ada yang masuk dan menyampaikan izin prinsipnya,” jelasnya.

 

Franky menambahkan tingginya minat investasi yang masuk ke BKPM tidak lepas dari upaya pemerintahan Jokowi-JK untuk melakukan penyederhanaan layanan investasi. “Tiga hari beliau menjabat, langsung melakukan sidak ke kantor BKPM. Kami sadar bahwa dalam menjalankan pelayanan investasi kepada investor ini perbaikan yang dilakukan harus terus berkelanjutan,” paparnya.


Reporter: Januar Rizki

Editor: Dani Hamdani 

Januar
20-10-2015 18:45