Main Menu

Jokowi: Ketergantungan pada Dolar Ancam Perekonomian Global

Tian Arief
16-11-2015 08:32

Presiden Joko Widodo mengikuti KTT G20 (Tim Komunikasi Presiden)

Antalya, GATRAnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi), pada forum KTT G20 di Antalya, Turki, menegaskan, ketergantungan dunia pada mata uang dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi mengancam kemajuan perekonomian global.

"Ketergantungan yang tinggi terhadap US dolar telah menyebabkan distorsi-distorsi global yang kini mengancam kemajuan ekonomi global," kata Presiden Jokowi, dalam Working Session I KTT G20, di Antalya, Minggu (15/11).

Jokowi, seperti dilaporkan Antara, menegaskan, sudah waktunya untuk merombak total arsitektur keuangan global. Hal itu, menurutnya, penting mengingat masalah utama yang dihadapi perekonomian dunia saat ini adalah menciutnya likuiditas dolar AS di hampir semua negara berkembang atau emerging markets dunia.

Selain itu, sejak diciptakannya mata uang Euro pada 1999, tidak ada mata uang dunia atau global reserve currency yang baru.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa negara-negara berkembang harus segera mengimplementasikan reformasi-reformasi ekonomi yang fundamental.

"Reformasi perekonomian yang nyata sangat diperlukan untuk membangun kembali kredibilitas pasar serta merebut kembali kepercayaan investor dan pelaku ekonomi," ujar Jokowi menegaskan.

Reformasi ekonomi yang fundamental ini, menurut Presiden Jokowi, perlu diikuti likuiditas finansial yang kuat agar tidak mengalami gejolak karena terjadinya gangguan pada likuiditas.


Editor: Tian Arief

Tian Arief
16-11-2015 08:32