Main Menu

Pungutan Dana Ketahanan Energi: HNW Minta DPR Panggil Sudirman Said

Ervan
28-12-2015 14:10

Menteri ESDM Sudirman Said (GATRA/Jongki Handianto)

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengkritik kebijakan Menteri ESDM Sudirman Said tentang Dana Ketahanan energi yang dibebankan kepada rakyat.

 

Menurut Hidayat tidak fair jika rakyat dibebankan oleh premi sebesar Rp 200-300 per liter BBM yang dibeli, sedangkan harga minyak dunia sedang turun saat ini.

"Tentu ini tidak sesuai dengan azas kepatutan dan azas legalitasnya. Sebab Indonesia sekarang lagi susah, PHK dimana-mana, tentu tidak tepat," kata Hidayat di Gedung Nusantara III DPR, Jakarta, Senin (28/12/).

Oleh karenanya, politisi PKS ini meminta DPR memanggil Menteri ESDM Sudirman Said untuk meminta pertanggung jawaban terkait kebijakannya tersebut. Jangan sampai hal itu justru menimbulkan polemik.

"Koreksi betul apa maksud dan tujuannya. Kalau DPR masih aktif, tentu ini bisa dikoreksi. Tapi kan ini tidak, persoalan terus bergulir, dan seakan masalah ini gantung karena masih masa reses," imbuhnya.

Sebelumnya Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah (PP) nomor 79 tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional memungut premi dana ketahanan energi dalam harga baru premium dan solar yang mulai berlaku 5 Januari 2016. Premium dikenakan sebesar Rp 200, sedangkan untuk solar dipungut sebesar Rp 300.


Reporter: Ervan Bayu
Editor: Dani Hamdani 

Ervan
28-12-2015 14:10