Main Menu

Rencana Investasi Jepang Tercatat US$ 4,48 Miliar

Januar
02-02-2016 21:14

Kepala BKPM Franky Sibarani (GATRA/Eva Agriana)

Jakarta, GATRAnews - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat rencana investasi dari Jepang sebesar US$ 4,48 miliar (Rp 60,5 triliun dengan kurs Rp 13.500 per dolar AS). Nilai tersebut terdiri atas minat untuk melakukan perluasan investasi sebesar US$ 40 juta, minat investasi baru sebesar US$ 1,725 miliar dan komitmen investasi ditandai dengan telah memiliki izin prinsip (IP) sebesar US$ 2,719 miliar.

 

Dalam kegiatan roadshow pemasaran investasi di Jepang yang dilaksanakan 25-28 Januari tersebut, Kepala BKPM secara berturut-turut telah melakukan promosi investasi ke empat prefektur yaitu Aichi (Nagoya), Okayama, Tokyo dan Saitama. 

 

“Kunjungan yang dilakukan bertujuan untuk meyakinkan calon investor potensial serta bertemu dengan investor existing dan menyelesaikan beberapa persoalan yang mereka hadapi,” ujarnya dalam keterangan resmi kepada media, Selasa (2/2).

 

Franky juga menyampaikan bahwa hal yang menarik untuk dicermati adalah minat investasi yang muncul  tidak lagi didominasi oleh sektor-sektor tradisional investor Jepang seperti sektor otomotif dan elektronik. “Terutama di sektor properti dan pembangunan terminal di bandara NTB, diharapkan diversifikasi melalui sektor-sektor baru ini akan terus berlanjut,” jelasnya.

 

Perluasan investasi perusahaan Jepang yang ada di Indonesia sebesar US$ 40 juta datang dari bidang industri isolasi tahan panas. Sementara minat investasi baru sebesar US$ 1,725 miliar terdiri dari minat investasi di bidang moda transportasi massal (US$ 1,1 miliar), pembangunan pembangkit listrik (US$ 400 juta), pembangunan terminal bandara (US$ 200 juta), pembangunan jalur pipa gas (US$ 20 juta), industri bahan bangunan (US$ 3 juta), dan industri mesin pertanian dan komponennya (US$ 2 juta).

 

Komitmen investasi yang sudah memperoleh Izin Prinsip dari BKPM sebesar US$ 2,719 miliar terdiri dari pembangunan pembangkit listrik (US$ 2,7 miliar), pembangunan dan pengembangan property/real estate (US$ 10 juta), dan industri suku cadang dan aksesori kendaraan bermotor roda empat atau lebih (US$ 9,2 juta).

 

“Mayoritas dari minat dan komitmen investasi tersebut berlokasi di Pulau Jawa. Selain itu ada beberapa minat investasi di bidang pembangkit listrik di Provinsi Sumatera Utara dan di bidang pembangunan terminal di Nusa Tenggara Barat ,” lanjutnya.

 

Berdasarkan data BKPM, realisasi investasi Jepang di Indonesia pada tahun 2015 mengalami peningkatan sebesar 6% dibandingkan periode 2014. Realisasi investasi Jepang tercatat sebesar US$ 2,87 Milyar, dengan total proyek 2.030 proyek serta menyerap 115.400 tenaga kerja. Kontribusi utama investasi Jepang masih didominasi oleh sektor manufaktur, khususnya sektor Otomotif, elektronika dan permesinan, serta sektor kimia dan farmasi.

 

Sedangkan untuk komitmen investasi Jepang di tahun 2015, nilainya mencapai US$ 8,1 miliar atau meningkat 95% dari tahun sebelumnya. Komitmen investasi tersebut berada di peringkat ketiga teratas dari daftar negara sumber komitmen investasi. 

 

Di atas Jepang terdapat  Tiongkok sebesar USD 22,2 miliar atau naik 42% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, kemudian Singapura naik 69% menjadi US$ 16,3 miliar.  Setelah Jepang, Korea Selatan juga mencatatkan kenaikan komitmen investasi  86% menjadi US$ 4,8 miliar.


Reporter: Januar Rizki

Editor: Dani Hamdani  


Klik www.gatra.com/telkomsel untuk daftar online kartuHalo Telkomsel tanpa harus datang ke kantor GraPARI

Januar
02-02-2016 21:14