Main Menu

Menaker: Peluang Kerja Pilot di Indonesia Sangat Besar

Iwan Sutiawan
06-03-2016 00:21

Menteri Tenaga Kerja Muhammad Hanif Dhakiri (ANTARA/Sigid Kurniawan/yus4)

Jakarta, GATRAnews - Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri mengatakan, peluang kerja pilot di Indonesia sangat terbuka lebar, karena tidak seimbangnya jumlah lulusan sekolah penerbangan dengan kebutuhan pilot maskapai penerbangan di Tanah Air. Hanif menyampaikan pernyataan itu pada wisuda angkatan pertama Mandiri Utama Flight Academy (MUFA), di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Sabtu malam (5/3).

Kesenjangan antara jumlah lulusan pilot dengan permintaan maskapai itu sesuai data yang dirilis Kementerian Perhubungan (Kemenhub), yang menyebutkan, Indonesia membutuhkan sekitar 800 orang pilot baru setiap tahunnya. Sedangkan 24 sekolah penerbangan di Indonesia hanya mampu menyediakan 400 orang pilot.

Hanif juga mengimbau para pilot segera mengambil sertifikasi internasional untuk menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), karena kelemahan tenaga kerja Indonesia, termasuk pilot, adalah tidak memiliki sertifikasi meskipun kemampuannya sangat mumpuni.

Sebagai contoh, para petani tembakau di Wonosobo, Jawa Tengah, mampu menilai kualitas daun tembakau hanya sekali cium. Namun, karena tidak mempunyai sertifikasi, mereka tidak bisa menjadi analis di perusahaan rokok berskala besar.

Chief Executive Officer (CEO) PT Mandiri Utama Flight Academy Dhany Rachman mengatakan, lulusan MUFA tidak sulit untuk mendapatkan pengakuan internasional, karena mensyaratkan setiap lulusan harus mengantongi 205 jam terbang.
 
Dengan banyaknya jumlah jam terbang tersebut, menjadikan para lulusan MUFA mempunyai keunggulan dan keterampilan mumpuni. "Mereka sudah terlatih mengatasi keraguan dan dapat mempersempit, atau bahkan meniadakan terjadinya insiden kecelakaan akibat human error," katanya.

Karena itu, lanjut Dhany, MUFA sangat menekankan pada kualitas, ketimbang kuantitas lulusan. "Yang lebih penting adalah kualitas kecakapan dan keahlian," ujarnya.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Iwan Sutiawan
06-03-2016 00:21