Main Menu

Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,3% pada 2017

Januar
16-08-2016 14:43

Presiden Joko Widodo (GATRAnews/Abdurachman/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3% pada 2017. Pernyataan tersebut diutarakan Presiden Joko Widodo saat membacakan pidato nota keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 di Gedung DPR, MPR dan DPD RI, Selasa (16/8).

 

"Pertumbuhan ekonomi tahun 2017 diperkirakan mencapai 5,3 persen. Prospek perekonomian global diperkirakan akan membaik. Meskipun, kami harus bekerja keras menghadapi ketidakpastian yang bersumber dari perlambatan ekonomi di berbagai negara berkembang, serta prospek pemulihan ekonomi negara-negara maju yang belum sesuai harapan," kata Jokowi.

 

Angka pertumbuhan tersebut lebih tinggi tipis dibanding target dalam APBNP 2016 sebesar 5,2%. Jokowi menilai faktor pendorong perekonomian Indonesia tahun depan dipengaruhi implementasi kebijakan pemerintah yang tertuang dalam paket kebijakan ekonomi I sampai dengan XII.

 

"Paket kebijakan diharapkan mampu menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi yang lebih adil dan merata di seluruh Indonesia, khususnya melalui keberlanjutan pembangunan infrastruktur," kata Jokowi.

 

Selain itu, pemerintah juga menargetkan laju inflasi tahun 2017 diperkirakan berada pada kisaran 4%. Untuk mencapai target tersebut, Jokowi menjanjikan efisiensi sistem logistik nasional. "Sehingga hal ini dapat mendukung terciptanya stabilitas harga komoditas," kata Jokowi.

 


Asumsi makro lainnya seperti nilai tukar rupiah diperkirakan sebesar Rp 13.300 per dolar Amerika Serikat. Kemudian, rata-rata suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan, pada tahun 2017 diasumsikan berada pada tingkat 5,3%.

 

"Reaksi pasar dalam menghadapi kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat, serta kondisi inflasi domestik yang terkendali berkontribusi dalam upaya penurunan tingkat suku bunga SPN 3 bulan," kata Jokowi.

 

Selain itu, asumsi rata-rata harga minyak mentah Indonesia diperkirakan sebesar 45 dolar Amerika Serikat per barel. Peningkatan kebutuhan energi dalam rangka pemulihan ekonomi global menjadi faktor yang mempengaruhi harga minyak pada tahun 2017.

 

Volume minyak dan gas bumi yang siap dijual selama tahun 2017 diperkirakan mencapai 1,93 juta barel setara minyak per hari, yang terdiri dari produksi minyak bumi sebesar 780 ribu barel per hari dan gas bumi sekitar 1,15 juta barel setara minyak per hari.

 

"Asumsi dasar ekonomi makro yang ditetapkan tersebut mencerminkan kondisi perekonomian terkini serta memperhatikan proyeksi perekonomian mendatang sehingga diharapkan akan lebih realistis dan kredibel," kata Jokowi.


Reporter: Januar Rizki

Editor: Dani Hamdani 

Januar
16-08-2016 14:43