Main Menu

Bali Jadi Tuan Rumah Forum Arbitrase Tingkat Asia Pasifik

Januar
01-09-2016 13:14

Bali (GATRAnews/Erry Sudiyanto/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) menjadi penyelenggara Asia Pacific Regional Arbitration Group (APRAG) yang akan berlangsung pada 6-8 Oktober 2016 di Nusa Dua, Bali. Penyelengaraan kali ini mengambil tema, The Rise of International Commercial Arbitration and Developments Investment Treaty Arbitration: Asia’s Response. 

 

Menurut Ketua BANI  M Husseyn Umar, tema ini diambil karena kawasan-kawasan di dunia dan Asia pada khususnya, telah mengalami perkembangan yang sangat besar dari arbitrase komersial (arbitrase sektor bisnis) di tingkat internasional.

 

“Dalam kawasan-kawasan ini, arbitrase dilihat sebagai metode pilihan untuk penyelesaian sengketa yang terjadi antara investor dengan suatu negara (ISDS). Perkembangan-perkembangan ini sangat menarik, tapi juga menantang terutama untuk institusi-institusi arbitrase di kawasan Asia,” kata Husseyn, Kamis (1/9).

 

Ia mengatakan pertumbuhan arbitrase di sektor bisnis telah meningkat, utamanya adalah isu seperti keragaman dan penyatuan dalam pelaksanaan arbitrase. Demikian juga terkait peningkatan sengketa dari sektor penanaman modal telah memicu sejumlah negara memberikan respon yang beragam terhadap ISDS. 

 

Menurut Hussyen, konferensi APRAG 2016 menjadi tempat bertemunya ahli-ahli arbitrase dari seluruh dunia untuk berdiskusi bersama, serta mencari solusi untuk masalah yang belakangan ini terjadi, utamanya tentang perkembangan arbitrase dan pakta arbitrase penanaman modal.

 

Ia memaparkan, konferensi ini akan membahas isu-isu seperti keragaman dan penyatuan dari pelaksanaan arbitrase di Asia, pendanaan dan biaya dalam investasi serta arbitrase sektor bisnis, arbitrase penanaman modal di Asia, prospek untuk harmonisasi arbitrase investasi dan komersial di dalam komunitas ekonomi baru ASEAN dan perkembangan dari tiap anggota serta prospek untuk melakukan kerjasama.

 

Selain akan dihadiri oleh para arbitrer lokal, APRAG akan dihadiri pula oleh para arbitrer internasional, para ahli hukum, pemerintah dan para pelaku usaha. Rencananya, APRAG 2016 akan dibuka oleh Ketua Mahkamah Agung, Hatta Ali bersama Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P Roeslani. 

 

Seperti diketahui, BANI dibentuk pada tahun 1977 atas inisiatif Kadin karena kepentingan para pengusaha untuk membuat lembaga yang bisa menengahi para pelaku usaha yang bersengketa. “Kami harapkan melalui APRAG 2016, kita dapat memanfaatkan kesempatan terbaik ini untuk mendapatkan pencerahan dari ahli-ahli arbitrase terkemuka dan memperluas jaringan arbitrase, menyusul adanya berbagai jenis sengketa bisnis yang berkembang dengan diberlakukannya perdagangan bebas,” kata Hussyen.

 

Seperti diketahui, arbitrase merupakan suatu cara untuk menyelesaikan sengketa bisnis di luar pengadilan negara. Para pengusaha melakukan upaya arbitrase karena prosesnya cepat, murah dan kerahasiaannya terjamin. Keputusan dalam arbitrase dilandaskan pada perjanjian yang equal dan disepakati oleh kedua belah pihak yang bersengketa.


Reporter: Januar Rizki

Editor: Dani Hamdani 

Januar
01-09-2016 13:14