Main Menu

Jaksa Agung: Manfaatkan ''Peluang Emas'' Amnesti Pajak

Iwan Sutiawan
02-09-2016 21:10

Jaksa Agung HM Prasetyo (GATRA/Dharma Wijayanto/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung H Muhammad Prasetyo mengimbau seluruh warga negara Indonesia dan para pengusaha nasional, agar segera membawa pulang dananya yang masih "diparkir" di luar negeri, dengan memanfaatkan pengampunan pajak atau amnesti pajak (tax amnesty). Menurutnya, di Jakarta, Jumat (2/9), masyarakat harus memanfaatkan "kesempatan emas" ini.

"Ini sebenarnya bagi pemilik aset, bagi sebagian pemilik uang yang diparkir di luar negeri suatu kesempatan, peluang emas sebenarnya. Itu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya," kata Prasetyo kepada wartawan.

Menurutnya, warga negara Indonesia atau perusahaan dalam negeri, harus memanfaatkan kesempatan emas ini, karena pemerintah memberikan sejumlah kemudahan dan mengampuni atas kewajiban yang dulu tidak ditunaikan.

"Seperti dikatakan presiden juga, bahwa tax amnesty itu punya hak, hak dari pemilik aset yang selama ini tidak melaporkan secara transparan, secara benar, dan secara lengkap," ujarnya.

Dengan tax amnesty, mereka bisa membayar uang tebusan yang jumlahnya relatif lebih ringan dari tarif biasanya. Selain itu, pemerintah tidak akan mempermasalahkan dari mana perolehan uang itu.

"Dan surat pernyataan dari pemilik asetnya itu sendiri tidak akan kita gunakan sebagai bahan sebagai penyelidikan atau penuntutan. Kurang apa? Ini sebenarnya lebih kepemutihan dalam pesan moral, tanggung jawab mereka kepada bangsa ini," ujarnya.

Karena itu, Prastyo mengimbau pihak-pihak yang masih memarkir dananya di luar negeri agar seger memanfaatkan tax amnesty. Karena jika masanya sudah berakhir, maka akan dikenakan ketentuan sesuai aturan yang barlaku.

"Kalau nanti setelah lewat tenggat waktu masa dari tax amnesty, mereka belum merespon itu, ini tentunya mereka terkena ketentuan biasa," tandasnya.

Meski demikian, Prasetyo mengatakan, pemerintah menyerahkan sepenuhnya kepada pihak perorangan atau perusahaan yang masih memarkir dana di luar negeri apakah akan memanfaatkan tax amnesti atau tidak.

"Terserah mau digunakan apa tidak. Ini juga saya selalu katakan, tax amnesty itu bersifat pesan moral, himbauan kepada mereka. Ini sebenarnya lebih kepemutihan dalam pesan moral, tanggung jawab mereka kepada bangsa ini," kata Prasetyo.

Seharusnya pihak-pihak yang masih memarkir dananya di luar negeri sadar dan berterima kasih kepada negara dan bangsa, karena mereka hidup dan mendapatkan uang di negeri ini. Mereka segera menarik dananya ke Indonesia.

"Mereka hidup dan lahir di sini, berusaha mendapatkan kemudahan di sini, setalah dapat untung masa ditempatkan di luar negeri. Rasanya tidak adil. Sementara bangsanya sendiri sedang memerlukan banyak uang untuk melakukan pembangunan. Ini inti dari tax amnesti," katanya.

Sedangkan belum maksimalnya dana dari luar negeri yang masuk ke Indonesia, Prasetyo menegaskan, Kejaksaan Agung mendukung penuh pemerintah untuk mengoptimalkan tax amnesty.

"Kejaksaan Agung sejak awal sudah membuat semacam pernyataan, menandatangani penyataan. Saya sendiri yang menandatangani waktu itu dengan Kapolri, dengan kepala PPATK, bahwa kita akan mendukung sepenuhnya keberhasilan dari program tax amnesty," ujarnya.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief
Iwan Sutiawan
02-09-2016 21:10