Main Menu

Peluang Investasi Peralatan Rumah Sakit Masih Terbuka

Wanto
03-11-2016 22:52

Ilustrasi (Dok GATRAnews/AK9)

Jakarta, GATRAnews - Investasi di sektor rumah sakit dan klinik di Indonesia memang menjanjikan. Menurut Pete Read dari Global Growth Markets (GGM) yang berbasis di Singapura, jumlah RS swasta di Indonesia tumbuh 50% per tahun dalam beberapa tahun belakangan ini. Angkanya telah menyentuh lebih dari 700 rumah sakit di seantero negeri; jumlah RS di Indonesia, termasuk RS pemerintah mendekati 1.300 rumah sakit.


Hal ini berdampak pada industri layanan penyedia kesehatan. Para perusahaan pemasok dan manufaktur peralatan medis menunjukkan rangkaian produk terbaru mereka di Hospital Expo yang berlangsung akhir Oktober lalu di Jakarta Convention Center.
 
Exhibitor lokal, seperti D&V Medika, perusahaan pemasok peralatan medis manufaktur ranjang rumah sakit terbesar di Indonesia, melaporkan peningkatan permintaan atas ranjang rumah sakit elektrik dan manual. Permintaan begitu besar sehingga terkadang tak dapat memenuhinya. Jumlah ranjang rumah sakit di Indonesia saat ini mencapai 280.000 ranjang.

Jumlah ini termasuk yang paling kecil di dunia jika dihitung berdasarkan rasio jumlah ranjang rumah sakit per populasi. Menurut unit statistic keluaran WHO, memang tidak ada aturan global mengenai tingkat kepadatan ranjang rumah sakit. Akan tetapi, permintaan akan ranjang rumah sakit diperkirakan akan meningkat sampai puluhan ribu hingga tahun 2020. 
 
“Untuk tempat tidur RS, kami selalu menjaga tingkat distribusi yang merata kepada basis pelanggan yang selalu meningkat,” ujar managing partner D&V Medika, Vincent Lianto, di JCC, Senayan, Kamis (1/11)

Sementara, kelompok rumah sakit berbasis di India, Apollo Hospitals, juga sedang mempertimbangkan untuk mendirikan pusat telemedicine dan rumah sakit. Selain itu, IHH Healthcare dari Malaysia belum lama ini mengumumkan rencana untuk masuk ke Indonesia sebagai bagian dari strategi ekspansi perusahaan.
 
Menurut GGM, lonjakan yang dialami industry layanan kesehatan nasional saat ini adalah yang terbesar di Indonesia, selain di Tiongkok dan India. Grup rumah sakit swasta lokal urutan pertama di Indonesia adalah Siloam Hospitals, yang saat ini mengoperasikan 20 rumah sakit di Indonesia. Siloam Hospitals berencana mengoperasikan 40 rumah sakit hingga akhir tahun 2017.

Kemudian Kalbe Farma, salah satu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia, berencana membuka 20-25 klinik swasta setiap tahunnya di Jakarta dalam lima tahun ke depan. Sementara itu, Columbia Asia akan membuka tiga rumah sakit di Semarang.
 
Rumah-rumahsakit lain di Indonesia yang meningkatkan investasi mereka sejak 2015 termasuk Mitra Keluarga Karya Sehat Tbk. Dan grup-grup seperti, Omni, Mayapada dan Sinar Mas, selain Prodia yang mengoperasikan laboratorium diagnosa.
 
Menurut EY Indonesia, jumlah rumah sakit di Indonesia masih sangat kurang dengan wilayah pedesaan sebagai wilayah yang paling terdampak oleh kondisi ini. Kota lapis kedua, seperti Palembang atau Batam, yang rasio ranjang per populasinya masih rendah, adalah contoh daerah potensial untuk investasi.


Reporter: Wanto
Editor: Arief Prasetyo

Wanto
03-11-2016 22:52