Main Menu

Pemerintah Pantau Kebijakan Trump

didi
23-01-2017 14:26

Jakarta, GATRAnews - Setelah Donald Trump dilantik sebagai presiden ke-45 Amerika Serikat (AS), kekhawatiran negara-negara dunia muncul berkaitan dengan sejumlah kebijakan kontroversial yang bakal diterapkan Trump. Indonesia pun juga harus mewaspadai dan menyiapkan langkah-langkahnya sebagai bentuk antisipasi dari kebijakan yang akan diterapkan oleh Presiden Trump. Hal ini dikatakan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara, di Jakarta, Senin (23/1).

"Belum lah, tapi kita perhatikan terus perkembangan kebijakannya seperti apa. Hari-hari ini kita perhatikan terus," ujar Suahasil, seraya menambahkan, pemerintah terus memantau terkait kebijakan apa yang akan dilakukan oleh Trump.

Pada saat kampanye, Donald Trump sering mengumbar pernyataan yang membuat kontroversial dan sentimen di pasar global. Salah satunya yakni, kebijakan di bidang ekonomi, di mana AS akan menerapkan kebijakan proteksionis atau lebih mendahulukan kepentingan AS.

"Kita memperhatikan terus terutama perkembangan kebijakan yang dikeluarkan. Kalo dulu kan kita liat dari kampanye beliau, sekarangkan kebijakan apa yang betul-betul akan diambil. Kita perhatikan saja," jelasnya.

Soal kebijakan ekonomi Trump, pemerintah harus melihatnya sebagai tantangan menarik. Di mana negeri Paman Sam tersebut memang masih menjadi negara tujuan utama ekspor Indonesia. Sepanjang 2016, ekspor Indonesia ke AS berkisar US$15,68 milyar atau naik 2,46% ketimbang tahun sebelumnya.

Kendati demikian, kebijakan proteksionis Trump bukan berarti menjadi batu sandungan yang besar bagi pemerintah Indonesia. Suahasil mengaku, bahwa pihaknya akan terus berupaya untuk meminimalisir dampak dari kebijakan yang akan diterapkan oleh Presiden Trump.

"Kita pemerintah memperhatikan terus kebijakan yang akan diambil. Kita kan tahu yang suda dibicarakan keluar dari TPP (Trans-Pacific Partnership) sudah kan. Akan menaikkan pajak terutama border tax (pajak perbatasan)," ujarnya.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Tian Arief

didi
23-01-2017 14:26