Main Menu

Redistribusi Aset & Reforma Agraria: Pemerintah Bagi-bagi Lahan 12,7 Juta Ha ke Masyarakat

Ervan
14-03-2017 15:44

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo bersilaturahmi dengan para pimpinan lembaga negara di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (14/3) siang. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi mendiskusikan soal pemerataan ekonomi dan kesenjangan.

"Kami berbicara masalah yang berkaitan dengan kebijakan pemerataan ekonomi, yang berkaitan dengan kesenjangan sosial ekonomi yang ada dan ini akan kita tindak lanjuti dengan redistribusi aset dan reforma agraria," ujar Jokowi usai pertemuan di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (14/3).

Soal redistribusi aset, pemerintah siap membagikan setidaknya 12,7 juta hektare tanah kepada kelompok-kelompok masyarakat. "Yang jelas saat ini telah siap di kementerian kehutanan 12,7 juta hektare, saya ulangi 12,7 juta hektare. Kemudian di Kementerian ATR/BPN ada kurang lebih 9 juta hektare. Selesainya kapan? Tanya ke menterinya," lanjutnya.

Pemerintah berharap dengan adanya kebijakan ini maka kesenjangan di masyarakat dapat diminimalisir. Selain itu masyarakat bisa meminjam modal ke lembaga keuangan karena telah memiliki agunan.

"Kami akan memulai untuk membagikan konsesi-konsesi kepada rakyat, kepada tanah adat, kepada koperasi-koperasi, kepada pondok pesantren dan juga mempercepat pembagian sertifikat sertifikat kepada masyarakat yang belum memiliki sehingga nantinya rakyat bisa memiliki agunan dalam rangka bisa mengakses permodalan," ucap Jokowi. 

Pimpinan lembaga negara yang hadir, yaitu Ketua DPR Setya Novanto yang datang didampingi lengkap dengan empat Wakil Ketua DPR, Ketua MPR Zulkifli Hasan yang juga hadir didampingi lengkap oleh empat wakilnya. Ketua DPD Mohammad Saleh yang juga datang didampingi oleh wakilnya.

Ketua MK Arief Hidayat, Ketua MA Hatta Ali, Ketua KY Aidul Fitriciada dan Ketua BPK Harry Azhar. Sementara Presiden Jokowi didampingi oleh Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. 


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Nur Hidayat

 

 

Ervan
14-03-2017 15:44