Main Menu

KKP-FAO Kerjasama Kembangkan Pakan Ikan

Arif Prasetyo
08-04-2017 10:58

Jakarta, GATRAnews – Kementerian Kelautan dan Perikanan melakukan kerja sama dengan Food and Agriculture Organization (FAO) dalam pengembangan pakan mandiri di Indonesia. Pakan merupakan penyusun terbesar biaya produksi usaha budidaya yang mencapai lebih dari 70%.


Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengatakan, tantangan perikanan budidaya ke depan bagaimana memenuhi kebutuhan pakan ikan yang efisien dan berkualitas.

“Isu pakan merupakan bagaian penting yang perlu menjadi fokus perhatian bersama. Apalagi, harga pakan pabrikan cenderung menunjukkan tren kenaikan, sehingga menyebabkan turunnya efisiensi usaha budidaya,” jelas Slamet, melalui pesan tertulis di Jakarta, Sabtu (8/4).[column_item col="3"]

Baca juga: KKP Fokus Pada Pengembangan Pakan Ikan Mandiri

Baca juga: Outlook KKP 2015: Kebutuhan Pakan Ikan Sebesar 9,27 Juta Ton

Baca juga: Menuju Kemandirian Pakan Ikan Nasional[/column_item]

Kondisi ini, kata Slamet, sebenarnya dipicu oleh keterbatasan industri pakan dalam memanfaatkan bahan baku lokal untuk dijadikan pakan ikan. Sehingga mau tidak mau industri masih bergantung pada bahan baku pakan impor, terutama tepung ikan.

Sementara, Kepala Regional FAO- Asia Pasifik. Prof. Weimin Miao mengatakan, FAO mendukung penuh usaha pemerintah Indonesia dalam mencapai kemandirian pakan.


“Keberhasilan pengembangan pakan mandiri di Indonesia dapat menjadi rujukan tersendiri di level Asia Pasifik, terlebih saat ini Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang memberikan perhatian terhadap kemandirian pakan ikan yang dilaksanakan masyarakat” tutur Prof. Miao.

Miao menambahkan, FAO bersama Ditjen Perikanan Budidaya akan terus melakukan monitor terhadap implementasi pengembangan pakan mandiri di Indonesia.

Diharapkan strategi yang dihasilkan pada workshop ini dapat menjadi fondasi yang kuat, sehingga keterbatasan bahan baku tidak menjadi halangan bagi negara untuk menghasilkan pakan berkualitas demi pertumbuhan perikanan budidaya yang berkelanjutan.


Editor: Arief Prasetyo

Arif Prasetyo
08-04-2017 10:58